Para perempuan yang bertaruh nyawa bersihkan Afghanistan dari ranjau darat

Keterangan video, Perempuan yang bertaruh nyawa bersihkan ranjau Afghanistan

Fatima dan Fiza adalah anggota pasukan pembersih ranjau darat perempuan pertama di Afghanistan.

Pekerjaan ini penuh risiko karena nyawa taruhannya. Setiap hari mereka menyisir wilayah di Provinsi Bamiyan, yang dulu merupakan lokasi garis depan saat perang melawan Uni Soviet.

Wilayah tersebut dipenuhi ranjau darat.

Fatima tergerak menjadi pembersih ranjau setelah pria di desanya banyak yang menjadi korban karena tidak sengaja menginjak ranjau saat mencari kayu bakar atau menggembala ternak ke wilayah pegunungan.

"Suatu hari seorang pria di desa saya pergi ke gunung dan mengatakan akan segera kembali, tapi dia tidak pernah pulang. Sejak saat itu, saya ingin menjadi pembersih ranjau darat," papar Fatima.

Fiza menyebut keluarganya kerap ketakutan karena pekerjaan yang dia lakukan sangat berbahaya. "Kamu bisa terbunuh', kata ibu saya saat saya mengatakan ingin melakukan pekerjaan ini," papar Fiza.

Keduanya bertekad membersihkan Bamiyan dari ranjau darat agar tidak lagi ada warga sipil yang menjadi korban.

Salah satu keluarga di daerah itu, Mohammad Bakhsh, bercerita dua anaknya cacat kerena ranjau.

"Dua anak saya jadi korban, satu kehilangan kakinya dan satunya kehilangan tangannya," kata Mohammad.

Di sisi lain, kerja Fatima dan Fiza bisa jadi lebih berat, pasalnya Afghanistan masih terus dirundung perang dan penggunaan ranjau darat lazim dilakukan.