Perempuan Afghanistan: 'Kami akan terus berjuang' mendapat hak

Keterangan video, Perempuan Afghanistan 'terus berjuang' untuk sekolah dan kerja di tengah ancaman

Perempuan Afghanistan berjuang mendapatkan haknya di tengah langkah pemerintah Afghanistan berunding dengan Taliban yang masih menguasai 45% wilayah di negara itu.

Sejak Taliban berkuasa, perempuan Afghanistan dilarang bersekolah dan bekerja. Pemerintah Afghanistan mencatat, setidaknya 87% perempuan di Afghanistan tidak bisa membaca.

Sementara itu, 80% perempuan mengalami kawin paksa saat umur mereka di bawah 16 tahun.

Amnesty International menyebut, Afghanistan sebagai tempat terburuk di dunia bagi perempuan.

Mereka yang mencoba bersuara selalu mendapat ancaman, mulai dari pengelola pusat kebugaran khusus perempuan, Horia Qurbani, hingga presenter televisi lokal, Orgai Wadak.

Tetapi, mereka bertekad akan terus memperjuangkan haknya.