'Jalanan penuh mayat': Krisis virus corona di Ekuador

Keterangan video, 'Jalanan penuh mayat': Krisis virus corona di Ekuador

Pemerintah Ekuador meminta maaf karena lamban dalam menghadapi pandemi Covid-19 di negaranya.

Di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador, mayat digeletakkan di jalan karena kamar mayat dan tempat pemakaman kewalahan menghadapi tingginya angka kematian.

Gambaran yang terjadi di Guayaquil mirip seperti yang kerap ditampilkan di film horor. Banyak jenazah yang diletakkan di pinggir jalan dan menunggu berhari-hari sebelum diurus.

"Orang tua saya meninggal kemarin. Tolong saya, lihat kondisi mereka," kata salah satu warga sembari memperlihatkan jenazah kedua orang tua yang terbungkus kain dan dibaringkan di depan rumah.

Simak juga:

Sementara warga lainnya mengeluhkan sulitnya mengambil jenazah pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit untuk dikuburkan.

"Kami sudah menunggu sejak jam 5 pagi dan ada yang sudah menunggu 5-8 hari untuk mengambil jenazah keluarga kami," ujar warga Guayaquil lainnya.

Pemakaman umum di sana ikut ambruk di tengah terjadinya pandemi. Tidak lagi tersedia peti mati, sehingga banyak mayat yang dikubur menggunakan kardus.

Pemerintah mengaku lamban dalam menghadapi pandemi dan telah meminta maaf.

"Kami berjanji akan mengurus hal ini," kata Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos.

virus corona

TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci tangan sampai jaga jarak

virus corona