Pemakaman jenazah pasien Covid-19 tanpa pelayat: 'Kami pendam kesendirian demi bisa mengantar mama'
Jenazah pasien Covid-19 harus dimakamkan dengan cara khusus, termasuk tidak boleh ada pelayat.
Eva Rahmi Salama, yang kehilangan ibunya karena Covid-19 berbagi cerita pada wartawan BBC Indonesia, Ayomi Amindoni.
"Rasanya sangat sedih, di saat kita butuh support dari keluarga, teman atau orang terdekat kita untuk bisa menghadiri pemakaman mama, tapi mereka tidak ada dan situasinya tidak memungkinkan," kata Eva.
Simak juga:
- Tak ada pelayat dan pemakaman layak bagi pasien Covid-19, 'Kami pendam sendiri kesedihan ini'
- Di kota ini, jenazah-jenazah digeletakkan di tepi jalan karena kesulitan pemulasaraan, 'tak ada yang berani pegang mayat yang cepat membusuk'
- Tiada upacara pemakaman bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Italia, 'kami hanya ingin kematian yang bermartabat'
Di pemakaman sang ibu, hanya ada petugas pemakaman dan tiga orang perwakilan keluarga.
"Kami pendam kesendirian ini demi bisa mengantar mama ke peristirahatan terakhir," tambahnya.
Video Editor: Lesthia Kertopati