You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Banjir Jakarta: 'Ini yang terparah selama 22 tahun saya tinggal di sini'
Banjir yang melanda Jakarta sejak Rabu (01/01) menyebabkan setidaknya 30 orang meninggal dan lebih dari 64.000 orang mengungsi sejauh ini.
Hujan deras tanpa henti yang mengguyur sejak malam pergantian tahun menyebabkan sungai meluap sehingga mengakibatkan banjir di sekitar 100 titik di Jakarta dan sekitarnya.
Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat.
"Ini banjir terparah selama 22 tahun saya tinggal di sini," kata Azizah, warga Kedoya. "Biasanya banjir hanya setinggi pinggang, lalu cepat surut dan saya tidak harus mengungsi. Sekarang, air di rumah sudah setinggi leher," tambahnya.
Simak juga:
Adapun petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menyebut, banjir di wilayah Jakarta Barat disebabkan karena meluapnya Kali Pesanggrahan yang salah satunya diakibatkan sampah yang menumpuk.
"Warga masih sering buang sampah di sembarangan," sebut Hidayatullah, petugas PPSU Kebon Jeruk. "Tidak hanya satu, dua kali saya temukan, tapi sering."
Selain itu, banjir juga sempat melumpuhkan transportasi publik, termasuk TransJakarta dan KRL, serta memutus sebagian akses jalan.
Video produksi: Silvano Hajid, Haryo Wirawan dan Lesthia Kertopati