Anak ayam pengganti gawai: Program 'chickenisasi yang disebut psikolog kurang efektif
Pemerintah Kota Bandung melakukan 'chickenisasi' yakni memberikan anak ayam peliharaan untuk anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, guna mencegah mereka kecanduan gawai.
Namun, psikolog tumbuh kembang anak, Nahda, mengatakan hal tersebut kurang efektif.
Dia menyebut orang tua lebih punya peran penting mencegah anak kecanduan gawai ketimbang memelihara ayam.
"Gadget itu jauh lebih menyenangkan. Kita kasih hal yang lebih menyenangkan saja, belum tentu mereka teralihkan dari gadget itu sendiri, apalagi kita berikan (pengalih perhatian) dalam bentuk tanggung jawab, seperti anak ayam," papar Nahda.
"Anak ayam kan harus rajin dikasih makan, belum lagi kalau berurusan dengan kotoran," tambahnya.
Meski begitu, Nahda tidak menampik fungsi penting hewan peliharaan dalam perkembangan psikologis anak.
"Hewan peliharaan itu stimulus yang bagus, apalagi hewan berbulu yang bisa menggugah emosi, bisa melatih mereka untuk berempati," sebutnya.
Nazril Muhammad Ibrahim, 11, mengatakan kebiasaan main gim-nya sedikit berubah setelah mendapat ayam peliharaan.
"Sedikit berubah karena mengurus ayam," ujar Nazril.

