Para penyintas perdagangan perempuan melawan masa lalu dengan tato
Melissa pernah 'dicap' sebagai hak milik dan sebagai properti oleh mantan kekasih yang menjualnya sebagai pekerja seks komersial.
Pria itu menato namanya di tubuh Melissa disertai sebuah kata dalam bahasa Spanyol yang berbunyi 'puta'.
"Ada tiga artinya, yakni 'murahan', 'pelacur' dan 'jalang'," kata Melissa.
Tato-tato yang ada di sekujur tubuh Melissa adalah pengingat permanen akan kisah hidupnya yang kelam.
"Setiap pagi saat saya bangun, selalu ada orang yang tidak saya kenal di sebelah saya dan saya tidak tahu apa yang terjadi malam sebelumnya," cerita Melissa.
Dia mengatakan, dia selalu dipaksa minum hingga mabuk dan tidak sadarkan diri. "Tapi, itu juga jadi pelarian saya dari hidup, dari perasaan saya, dari kehidupan yang harus saya jalani," ujarnya.
Melissa berhasil keluar dari kehidupan kelam itu dan tato menjadi cara dia melawan masa lalunya yang pahit. Dia menutupi tato-tato lamanya dengan yang baru, sekaligus mengukir kisah anyar di kehidupannya kini.
"Hal yang paling sulit adalah kembali mencintai diri sendiri, setelah Anda mengecewakan diri sendiri. Orang yang paling sulit kita maafkan adalah diri sendiri," paparnya.
"Tapi jika Anda bisa menerima dan melewati hal itu, maka masa lalu, seperti halnya tato akan menjadi memori yang bisa memudar."

