Mengintip kehidupan di rumah pelacuran terbesar di dunia, dengan banyak pekerja seks di bawah umur
Rumah bordil di Banglaedsh adalah salah satu yang terbesar di dunia. Di sana, bekerja seks legal bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas.
Tapi, masih banyak ditemukan anak di bawah umur.
Mereka sudah dipersiapkan untuk menjadi pekerja seks komersial sejak usia tujuh tahun. Bahkan, tidak jarang PSK yang lahir dan tumbuh di rumah pelacuran tersebut.
Sebuah rumah singgah bagi anak-anak perempuan usia 7-17 tahun didirikan di dekat rumah bordil demi memutus lingkaran pekerjaan di sektor ini
Simak juga:
Namun, tidak semua anak para pekerja seks komersial bisa ditampung di sana.
Salah seorang anak yang kini tinggal di rumah singgah menyesal karena temannya tidak bisa ikut dengannya.
"Rumah singgah tidak bisa menampung lebih banyak anak waktu itu," katanya. "Dia anak yang cerdas dan cantik. Dia tidak ingin bekerja di rumah bordil, tapi dia dipaksa."
"Suatu malam, ibunya memaksa dia melayani pelanggan. Saat pelanggan itu pergi, dia gantung diri," tuturnya.
Di sisi lain, rumah singgah itu pun tidak cuma-cuma. Sebagian biaya ditanggung donasi, sementara para pekerja seks komersial membayar iuran bulanan-agar anak-anak mereka punya kehidupan yang lebih baik-dengan satu-satunya cara yang mereka ketahui, yaitu menjual diri.

