Prancis kerahkan 115.000 aparat keamanan

Paris

Sumber gambar, AFP

Prancis mengerahkan 115.000 aparat keamanan menyusul serangan militan Islam di Paris, Jumat (13/11), yang menewaskan 129 orang.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, menjelaskan aparat keamatan itu termasuk polisi, gendarmes atau tentara untuk keamanan umum, dan militer yang dikerahkan ke wilayah nasional untuk menjamin perlindungan atas rakyat Prancis.

Dia juga menambahkan dia akan meningkatkan pendanaan untuk peralatan polisi, yang turun 17% sepanjang periode 2007-2012.

Sekitar 128 operasi penyerbuan dilakukan untuk memburu para tersangka militan, sementara pesawat tempur Prancis melakukan serangan atas sasaran-sasaran Negara Islam atau ISIS di Suriah.

Kelompok militan Islam tersebut sudah mengaku melakukan s<link type="page"><caption> erangan di bar, restoran, aula konser dan di stadion dengan korban jiwa 129 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link> dan ratusan lainnya cedera.

Sementara itu perburuan atas seorang tersangka, Salah Abdeslam, terus dilanjutkan dan dia diperkirakan sudah melintasi perbatasan ke tempat asalnya, Belgia.

Kepolisian Belgia sudah menyebarkan lebih banyak foto-fotonya.

Tingkat status ancaman teror di Belgia sudah ditingkatkan karena Abdeslam belum ditemukan dan<link type="page"><caption> pertandingan persahabatan antara Timnas Belgia dan Spanyol sudah dibatalkan.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/11/151117_olahraga_sepakbola_belgiavspanyol" platform="highweb"/></link>

Serangan di Paris termasuk salah satu yang paling berdarah -dengan jumlah kroabn besar- yang dilakukan oleh Negara Islam atau ISIS maupun oleh kelompok lain yang memiliki kaitan dengan mereka.

Peta serangan ISIS

13 November - Paris, Prancis: Sekelompok pria bersenjata dan pengebom bunuh diri menewaskan 129 orang.

12 November - Beirut, Lebanon: Beberapa pengebom bunuh diri menewaskan sedikitnya 43 orang.

31 Oktober - Sharm el-Sheikh, Mesir: Pesawat jatuh menewaskan 224 orang di dalamnya. Rusia mengatakan sebuah bom yang menyebabkan jatuhnya pesawat dan ISIS yang bertanggung jawab.

10 Oktober - Ankara, Turki: Pengebom bunuh diri saat pawai yang damai, 102 tewas. Turki menuding ISIS namun tidak ada kelompok yang mengaku.

18 Juli - Khan Bani Saad, Irak: Bom mobil di pasar yang sibuk menewaskan 120 orang.

26 Juni - Sousse, Tunisia: Seorang pria bersenjata menembak mati 38 orang, sebagian besar wisatawan asal Inggris.

26 Juni - Kota Kuwait, Kuwait: Pembom bunuh diri menewaskan 27 orang.

22 Mei - Qatif, Arab Saudi: Dua bom bunuh diri, 21 orang tewas.

21 Maret - Sanaa, Yaman: Bom bunuh diri membunuh sedikitnya 137 orang.

18 Maret - Tunis, Tunisia: Sekelompok pria bersenjata menewaskan 19 orang dan sebagian besar adalah wisatawan asing.