Menguak bisnis perselingkuhan di dunia maya

Biderman mengatakan sudah waktunya kaum perempuan menyusul pria tidak hanya dari segi pendapatan atau pendidikan, tapi juga dalam aspek perselingkuhan.
Keterangan gambar, Biderman mengatakan sudah waktunya kaum perempuan menyusul pria tidak hanya dari segi pendapatan atau pendidikan, tapi juga dalam aspek perselingkuhan.
    • Penulis, Kim Gittleson
    • Peranan, Wartawan bisnis, BBC

Kata ‘kesetaraan’ selalu didengungkan oleh Noel Biderman saat dia diminta menjelaskan bisnis situs perselingkuhan yang dia jalankan sejak 2001 lalu.

Biderman mengatakan sudah waktunya kaum perempuan menyusul pria tidak hanya dari segi pendapatan atau pendidikan, tapi juga dalam aspek perselingkuhan.

“Ada begitu banyak bisnis, mulai dari rumah bordil hingga jasa pendamping, yang melayani pria. Namun, saya ingin berfokus pada sisi perempuan,” ujar Biderman.

Atas dasar itu, dia menciptakan situs Ashley Madison dengan slogan “Hidup itu singkat. Berselingkuhlah.”

Gagasan mantan pengacara olah raga itu terbukti mampu mendulang untung besar. Pada 2014 saja, situs Ashley Madison yang dinamai berdasarkan dua nama bayi perempuan terpopuler di AS pada masa itu, memperoleh pendapatan US$150 juta atau Rp1,9 triliun dari pelanggan berbayar.

Pelanggan yang dimaksud ialah kaum pria. Sebab, situs itu memperbolehkan perempuan menggunakannya secara gratis, namun mengharuskan para pria membayar agar bisa membuka akun dan mengirimkan pesan.

Namun pertanyaan besarnya adalah, ketika perusahaan itu mencoba mengumpulkan US$200 juta (Rp 2,6 triliun) dalam penjualan saham publik di London, apakah khalayak ingin menginvestasikan uang mereka untuk bisnis perselingkuhan?

Kedua kali

Ini bukan pertama kalinya Biderman dan Avid Life Media – induk perusahaan Ashley Madison yang juga menjalankan situs CougarLife.com, EstablishedMen.com, dan TheBigandtheBeautiful.com – berusaha menjual saham mereka ke publik.

Pada 2011, mereka mencoba menembus bursa saham di Toronto, Kanada. Namun akhirnya terpaksa menarik penawaran setelah Bursa Efek Toronto dan para investor menentang penawaran mereka.

Biderman menyalahkan kegagalan tersebut karena waktu yang kurang tepat mengingat kala itu Ashley Madison hanya beroperasi di AS dan Kanada.

Namun, kini Biderman berharap strateginya berbuah manis lantaran Ashley Madison sekarang beroperasi di 46 negara dan memiliki 30 juta anggota.

Situs Ashley Madison diciptakan pertama kali pada 2001 dan kini telah memperoleh pendapatan sebesar Rp1,9 triliun.
Keterangan gambar, Situs Ashley Madison diciptakan pertama kali pada 2001 dan kini telah memperoleh pendapatan sebesar Rp1,9 triliun.

Dia memprediksi London akan menyambutnya lebih baik karena kota itu nyaman dengan “bisnis yang kontroversial atau berdosa”.

“Bisnis pada umumnya harus memiliki satu tujuan – mengembalikan modal investor. Mereka tidak berinvestasi dengan tujuan sosial,” katanya.

Dalam kata-kata lain, investor Eropa mungkin bisa mengabaikan beberapa hal bila keuntungan yang diperolehnya tampak bagus.

Dan terdapat juga data untuk mendukung metode promosinya yang berfokus pada keuntungan. Sebuah studi oleh beberapa pakar ekonomi dari London Business School baru-baru ini menunjukkan investasi pada tembakau atau bisnis hiburan dewasa cenderung sangat baik untuk investasi, mungkin karena mereka dihindari oleh beberapa investor.

Sebuah penelitian lain menunjukkan investasi kepada sejumlah “saham berdosa” dapat mendapatkan untung hampir 19%.

Topik kontroversial

Namun Biderman sadar bahwa sikap umum mengenai perselingkuhan mungkin dapat mengakibatkan perusahaan itu membatalkan rencana mereka.

“Saya pikir sayangnya moralitas perselingkuhan adalah hambatan yang terakhir – kita sekarang sudah nyaman melihat hubungan antar-ras, kita makin nyaman dengan hubungan sesama jenis, namun ketidaksetiaan ini memiliki sejarah panjang yang masih menjadi rintangan.”

Rintangan ini sepertinya belum dapat dilalui – atau mungkin tidak pernah akan dilalui.

BBC menghubungi lebih dari selusin investor dan pengamat untuk mendengar pendapat mereka mengenai model bisnis Ashley Madison. Banyak dari mereka tidak menjawab atau hanya memberi pendapat secara anonim.

“Saya tidak ingin memberi pendapat karena ini adalah topik yang kontroversial,” kata salah seorang pengamat bisnis yang kami hubungi.

Kebanyakan perusahaan analisa data tidak menghitung atau menyertakan Ashley Madison ketika menggabungkan data situs-situs mencari jodoh.

Pihak-pihak lain mempertanyakan angka yang ditunjukkan situs itu, setelah beberapa mantan pegawai dan pengguna mengeluh mengenai akun-akun palsu di sana. Mereka mengaku bahwa banyak orang membuka akun namun tidak menggunakannya lagi – dan itu menjadi masalah.

Dan tentunya, mereka menghadapi kompetisi.

Situs Gleeden merupakan pesaing Ashley Madison dalam bisnis perselingkuhan di dunia maya.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Situs Gleeden merupakan pesaing Ashley Madison dalam bisnis perselingkuhan di dunia maya.

Gleeden, sebuah layanan perselingkuhan asal Prancis yang buka pada 2009, mengatakan mereka memiliki 2,6 juta pengguna, kebanyakan di Eropa, dan menyaring pengguna dengan lebih teliti.

Situs itu menawarkan alternatif yang lebih berkelas dibandingkan situs Ashley Madison, yang hanya dilihat sebentar saja sudah tampak eksplisit.

Isu hukum juga menjadi masalah bagi perusahaan perselingkuhan. Singapura menolak situs selingkuh apapun, Korea Selatan awalnya menutup Ashley Madison, dan Gleeden baru-baru ini dituntut di Prancis.

Selain itu, walaupun mereka mengaku sebagai situs jodoh terbesar kedua di dunia – hanya dikalahkan oleh raksasa Match.com – dan jumlah pengguna yang sudah menikah jauh lebih besar dibandingkan mereka yang masih lajang, kenyataannya adalah mereka masih harus melawan situs jodoh tradisional.

Sebuah penelitian dari Global Web Index menemukan bahwa lebih dari 40% pengguna aplikasi jodoh Tinder ternyata sudah menikah atau sedang menjalin hubungan. Meski demikian, temuan itu dibantah oleh Tinder.

Jadi mengapa mencoba menarik investor?

Bahkan Manuel Montevidoni, direktur keuangan Gleeden mengatakan kepada BBC: “Dari sisi finansial, sebagai direktur keuangan, saya tidak mengerti mengapa Ashely Madison mencari investasi.”

Namun dia menambahkan bahwa perusahaannya mendukung upaya Ashley Madison karena akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai maraknya perselingkuhan sehingga menurut Montevidoni, akan membuat perselingkuhan diakui sebagai aspek penting sifat manusia.

Biderman lantas menegaskan bahwa dirinya tidak semata-mata mencari uang.

“Kami menunjukkan masyarakat data-data baru yang mungkin membuat mereka berpikir ulang mengenai hukum dan hubungan monogami. Saya hanya ingin membawa perubahan dalam pengertian kita mengenai pernikahan dan seksualitas – dan inilah warisan yang lebih penting.”