Film The Interview diputar di sinema AS

Sumber gambar, Reuters
Film komedi satir The Interview mulai diputar di sejumlah sinema di AS dan internet, setelah sebuah serangan cyber.
Sony Pictures menyebutkan akan menunda pemutaran film yang memiliki jalan cerita tentang pembunuhan pemimpin Korut tersebut Kim Jong-un, setelah serangan peretas.
Tetapi, kemudian menarik keputusannya setelah kritik dari banyak pihak - termasuk Presiden AS Barack Obama - yang menyebutkan kebebasan berpendapat berada dalam ancaman.
Dukungan untuk memutar The Interview dilayar lebar datang dari banyak sinema di AS.
Ratusan sinema independen di seluruh AS menawarkan untuk memutar film tersebut setelah sinema besar memutuskan tidak akan memutar film menyusul sejumlah ancaman.
Film tersebut juga ditawarkan melalui sebuah situs dan Layanan Google, YouTube dan Play, serta Xbox Video , tetapi hanya untuk AS.
Seorang juru bicara Sony mengatakan kepada BBC, "sejauh ini" pemutaran hanya di AS.
Serangan peretas
Sony Pictures semula memutuskan untuk menunda pemutaran film pada Hari Natal, setelah mengalami serangan peretas dari kelompok yang menamakan diri Malaikat Perdamaian.

Sumber gambar, AFP
Pekan lalu, Biro Investigasi Federal AS FBI, mengatakan hasil analisisnya menunjukkan pelaku serangan yaitu Korea Utara. Bagaimanapun, banyak ahli keamanan cyber meragukan tuduhan tersebut.
Korea Utara membantah tudingan AS tetapi menyebutkan serangan itu sebagai "perbuatan yang budiman".
Peretas mengancam akan melakukan serangan teroris ke sinema yang memutar film tersebut sesuai jadwal di Hari Natal. Setelah banyak sinema memutuskan untuk tidak memutar film itu, Sony pun membatalkan rencanannya.
Presiden Obama menyebut langkah tersebut merupakan kesalahan.
Tetapi kemudian, Sony memutuskan tetap akan memutar film tersebut sebagai upaya menolak pembatasan kebebasan berpendapat.











