Tricorder bukan lagi peranti fiksi

tricorder

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Peranti Tricorder yang dipakai dalam film sains fiksi Star Trek diperlihatkan di rumah lelang Christie's.

Setelah diluncurkan tahun lalu, kompetisi pengembangan peranti Tricorder—pemindai medis seperti yang digunakan dalam serial Star Trek—telah mengerucut menjadi 10 finalis.

Kesepuluh finalis datang dari beragam latar belakang, termasuk kalangan akademis, pembuat alat medis, hingga pakar teknologi.

Salah satu tim disokong Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Bill Gates Foundation. Ada pula tim yang berisi mahasiswa-mahasiswa teknik Universitas Johns Hopkins, AS.

Qualcomm Tricorder X Prize, tajuk kontes tersebut, menantang siapapun yang bisa mengembangkan peranti nirkabel guna mendeteksi beragam penyakit.

Dalam serial Star Trek, alat itu memiliki sensor dan fungsi visual ketika mendiagnosa penyakit seseorang.

Panitia kontes mengatakan teknologi seperti Tricorder, “ialah fakta, bukan lagi sains fiksi.”

Diabetes

Sampai saat ini belum jelas rupa peranti yang tengah dikembangkan.

Namun, Dr Erik Viirre, selaku direktur medis dan teknis Qualcomm Tricorder X Prize, mengatakan wujud alat-alat yang saat ini sedang dibuat sungguh beragam, mulai dari ponsel pintar hingga perkakas fungsional.

scanadu

Sumber gambar, SCANADU

Keterangan gambar, Wujud pemindai Scanadu yang merupakan salah satu finalis Qualcomm Tricorder X Prize.

Salah satu finalis, Scanadu, menampilkan bentuk pemindai bundar yang dapat digenggam.

Cara kerjanya ialah menempelkan pemindai ke kening seseorang. Pemindai yang terhubung dengan ponsel pintar melalui Bluetooth lalu mentransfer data-data medis orang tersebut ke ponsel.

Agar bisa merebut hadiah senilai US$10 juta, peranti yang dibuat harus mampu memonitor tanda-data vital manusia secara akurat sehingga dapat mendiagnosa sedikitnya 16 penyakit, semisal anemia, tuberculosis, dan diabetes.

Teknologi tersebut harus berwujud peranti portable yang bisa dibawa dengan mudah sekaligus mampu menampilkan informasi yang bisa dimengerti orang awam.

Dr Viire, direktur medis dan teknis Qualcomm Tricorder X Prize, mengatakan peranti pemenang kontes akan memiliki peran besar di negara-negara berkembang mengingat masyarakat di sana kurang memiliki akses ke klinik atau rumah sakit.