Apakah dongeng pantas didengar?

dongeng

Sumber gambar, rex features

Keterangan gambar, Dongeng membuat anak tahu ada cerita yang tidak nyata dan bisa diabaikan.

Ahli biologi Inggris, Profesor Richard Dawkins, memicu perdebatan tentang pantas atau tidaknya anak-anak mendengarkan cerita dongeng.

Dalam presentasinya di festival sains di Cheltenham, Inggris, Dawkins menyarankan sebaiknya anak-anak sejak kecil mendapatkan pendidikan sains yang kukuh, bukannya mendengarkan kisah<link type="page"><caption> dongeng</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/12/121213_hc_andersen_dongeng_fairytales.shtml" platform="highweb"/></link>, karena "secara statistik tidaklah mungkin seorang pangeran menjadi katak."

Berbicara kepada BBC, Dawkins mengatakan bahwa kisah dongeng memiliki sisi baik dan buruk.

"Di satu sisi mungkin ini menanamkan keyakinan bahwa supernaturalisme itu sesuatu yang nyata."

Tetapi, di sisi lain juga mungkin memiliki "efek menguntungkan" karena anak-anak menjadi tahu ada cerita yang tidak nyata dan bisa diabaikan.

Namun, Profesor Yvonne Kelly dari University College London mengatakan bahwa "adanya kandungan cerita ajaib membantu pengembangan imajinasi."

Selain itu katanya menceritakan dongeng kepada anak-anak juga menciptakan keintiman, rutinitas dan pengalaman yang mengakrabkan anak dan orang tua.

"Anak-anak yang mendengarkan cerita sudah terbukti menunjukkan kinerja lebih baik dalam tes-tes keaksaraan dan juga dalam perkembangan sosial dan emosionalnya," kata Kelly.

Kisah dongeng juga membantu anak-anak untuk belajar membaca dan memahami dunia, kata Dominic Wyse, seorang profesor di Institute of Education.

Si kerudung merah pada dasarnya menurut Wyse "mengajarkan anak-anak perempuan untuk menjauhi pria yang tidak mereka kenal".