Pulau sengketa dalam buku sekolah Jepang

Sumber gambar, Reuters
Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan akan meninjau kembali buku pelajaran sekolah tentang kepemilikan pulau-pulau yang disengketakan.
Menteri Hakubun Shimomura mengatakan <link type="page"><caption> Jepang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/jepang/" platform="highweb"/></link> ingin mengajarkan anak sekolah tentang 'bagian integral wilayahnya'.
Kepulauan yang masih menjadi sengketa antara lain terdapat di Laut Cina Timur, yang dituntut oleh <link type="page"><caption> Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link> maupun kepulauan yang saat ini dikuasai <link type="page"><caption> Korea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/korea/" platform="highweb"/></link> Selatan.
Sengketa kepulauan tersebut <link type="page"><caption> meningkatkan ketegangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130709_cina_jepang.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Jepang dengan kedua negara tersebut.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130709_cina_jepang.shtml" platform="highweb"/></link>
Perubahan yang disetujui oleh Kementerian Pendidikan akan mempengaruhi pelajaran sejarah dan geografi untuk tingkat SMA.
Buku yang baru akan menyebutkan Kepulauan Senkaku -yang disebut Cina sebagai Diayou- serta Kepulauan Takeshima -atau Dokdo di Korea Selatan- merupakan bagian dari kesatuan wilayah Jepang.
"Dari sudut pandang pendidikan, hal yang biasa bagi sebuah negara untuk mengajarkan anak-anak tentang kesatuan wilayahnya," tegas Shimomura.
Dia menambahkan bersama dengan Kementerian Luar Negeri, mereka akan menjelaskan posisi itu kepada negara-negara tetangga.
Korea Selatan sudah memprotes langkah itu dengan seorang pejabat menyebutnya sebagai 'masalah yang amat serius' seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.









