Universitas Rangoon di Myanmar dibuka kembali

Salah satu perguruan tinggi kenamaan di Myanmar, Universitas Rangoon, pekan ini dibuka kembali, setelah kegiatan di lembaga pendidikan ini terganggu selama beberapa dekade terakhir oleh pemerintah militer.
Dalam beberapa tahun belakangan Universitas Rangoon hanya dibuka untuk mahasiswa pascasarjana.
Mahasiswa tingkat strata satu (S1) dilarang masuk ke kompleks universitas oleh pemerintah, yang menilai kampus ini sebagai pusat kegiatan para pembangkang politik.
Tidak kurang dari 300 mahasiswa S1 sudah mendaftar di 20 jurusan atau program studi.
Diperkirakan jumlah mahasiswa akan bertambah lagi dalam beberapa pekan ke depan.
Universitas Rangoon didirikan di masa penjajahan Inggris dan sering dipakai sebagai pusat aksi menentang pemerintah.
Pembukaan kembali Universitas Rangoon merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembaruan di berbagai bidang.
Sebelumnya perguruan tinggi Amerika Serikat, John Hopskins University, membuka kembali kantor mereka di Myanmar tahun lalu.
Pusat kajian universitas Amerika ini dibuka pada 1954 namun hanya bertahan selama delapan tahun dan ditutup tidak lama setelah Jenderal Ne Win mengambil alih kekuasaan.









