Apple beli penganalisis data Topsy

Apple membeli perusahaan analisis data sosial media, Topsy Lab, yang khusus mengolah data dari Twitter untuk menelusuri sentimen konsumen.
Sayangnya, Apple tidak memberitahu berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk membeli Topsy, tetapi harian Wall Street Journal yang pertama kali memberitakan pembelian ini memperkirakan nilainya mencapai US$200 juta (sekitar Rp2,3 triliun).
Topsy adalah satu di antara sedikit perusahaan yang memiliki akses ke seluruh data di <link type="page"><caption> Twitter.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/11/131108_bisnis_saham_twitter.shtml" platform="highweb"/></link>
Melalui situs ini, pengguna bisa melihat kumpulan data tentang semua kicauan yang dikirim - yaitu sekitar 400 miliar - sejak Twitter diluncurkan.
Topsy saat ini bersaing dengan perusahaan sejenis seperi DataSift dan Gnip untuk melihat siapa saja yang memiliki pengaruh di Twitter, apa saja yang sedang populer, dan pengukuran kampanye spesifik di Twitter.
Juru bicara Apple enggan menjelaskan untuk apa akuisisi dilakukan.
"Apple selalu membeli perusahaan teknologi yang lebih kecil dari waktu ke waktu dan kami biasanya tidak mendiskusikan tujuannya [ke media]," katanya.
Namun, sejumlah analis mengatakan Apple bisa menggunakan analisis data untuk beragam tujuan, salah satunya mungkin terkait dengan perbaikan posisi produknya di mata pengguna sosial media.
Ini adalah akusisi kedua bagi Apple dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, mereka mengumumkan telah <link type="page"><caption> membeli perusahaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/11/131125_teknologi_apple_primesense.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Israel PrimeSense</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/11/131125_teknologi_apple_primesense.shtml" platform="highweb"/></link>, yang memiliki spesialisasi dalam membuat teknologi deteksi tiga dimensi.









