Polisi dan guru terlibat bentrokan di Meksiko

Polisi di Kota Meksiko terlibat bentrokan dengan para pendemo saat berupaya membubarkan aksi mogok guru di sebuah lapangan di kota tersebut.
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para pendemo yang kebanyakan adalah guru, di lapangan utama Kota Meksiko, Zocalo.
Sejumlah pendemo membalas dengan melemparkan bom molotov saat polisi bergerak masuk ke lapangan.
Para guru ini menuntut perubahan dalam reformasi pendidikan yang disetujui oleh Presiden Enrique Pena Nieto.
Para guru sebelumnya telah menggelar kamp aksi di lapangan tersebut selama beberapa pekan.
Pemerintah memberi tenggat waktu bagi para pendemo untuk keluar dari lapangan Zocalo hingga akhir pekan ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Kebanyakan pendemo telah meninggalkan lapangan dengan damai pada Jumat kemarin, tetapi masih ada beberapa yang bertahan, dan polisi dengan dukungan kendaraan bersenjata dan helikopter bergerak masuk membubarkan massa tersisa dengan melontarkan gas air mata.
Bentrokan juga menyebar di sejumlah jalan di sekitar lapangan. Petugas kepolisian merubuhkan kamp dan mematikan api yang dinyalakan para pendemo dan melakukan penangkapan.
Aktivis anti pemerintah
Wartawan BBC di Kota Meksiko mengatakan tujuan pemerintah membersihkan lapangan telah tercapai, tetapi kehadiran polisi anti huru hara lengkap dengan kendaraan bersenjata di lapangan utama kita ini bukanlah gambaran persatuan yang ingin digambarkan dalam perayaan kemerdekaan, apalagi ini merupakan perayaan pertama bagi Presiden Pena Nieto yang baru menjabat Desember 2012 lalu.
Wartawan BBC juga melaporkan bahwa sejumlah massa pendemo diyakini sebagai aktivis anti pemerintahan yang tidak sepenuhnya terkait dengan serikat guru.
<link type="page"><caption> Reformasi pendidikan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130904_pendidikan_meksiko.shtml" platform="highweb"/></link> yang diumumkan pemerintah diantaranya termasuk uji keterampilan bagi para guru.
Sejumlah kritik menuduh serikat guru di Meksiko terlalu berkuasa dalam kontrol alokasi pekerjaan. Pemerintah menilai hal tersebut menyebabkan tindakan korupsi dimana banyak guru dengan keterampilan minim justru mendapatkan promosi ketimbang rekannya yang lebih berkualitas.









