AS kembalikan fosil dinosaurus ke Mongolia

Pemerintah AS mengembalikan lebih dari 12 fosil dinosaurus selundupan kepada pemerintah Mongolia.
Pengumuman ini dilakukan setelah pada awal pekan lalu AS menyerahkan secara resmi fosil Tyrannosaurus bataar yang berusia 70 juta tahun kepada pejabat Mongolia dalam sebuah acara di New York.
Belasan fosil yang dikembalikan ini meliputi dua fosil Tyrannosaurus bataars, enam Oviraptor and beberapa fosil Gallimimus.
Pemerintah Mongolia telah mengatakan mereka berniat untuk segera membuka museum dinosaurus yang akan memanjang kerangka-kerangka mahkluk bersejarah ini.
"Pengembalian fosil dinosaurus ini merupakan langkah terakhir yang penting dalam mengembalikan bagian sejarah orang Mongolia yang hilang dan didapat dengan cara digali dari lokasi tempat mereka tinggal," kata Jaksa Preet Bharara dalam pernyataannya.
Harga tinggi
Sementara pejabat AS lainnya menilai mereka tidak bisa membiarkan para pencuri dengan leluasa memanfaatkan fosil-fosil ini.
"Kami berupaya mengembalikan fosil-fosil ini kepada pemiliknya yang tepat-pemerintah Mongolia," kata Pejabat Bea Cukai AS, James T Hayes.
Seorang pedagang fosil di Florida sebelumnya mengakui telah menyelundupkan fosil Tyrannosaurus yang telah dikembalikan pekan lalu.
Fosil itu sebelumnya telah terjual dengan harga lebih dari US$1 Juta atau sekitar Rp9,6 miliar lebih dalam sebuah lelang.
Pejabat AS mengatakan fosil dinosaurus yang mereka kembalikan ini merupakan fosil yang diselundupkan masuk ke AS pada tahun 2010 hingga 2012.
Pemerintah Mongolia memiliki aturan yang melarang ekspor fosil dari negara tersebut.









