Telepon seluler berulangtahun ke 40

Panggilan telepon seluler pertama dilakukan 40 tahun silam pada 3 April 1973.
Martin Cooper, seorang insinyur senior di Motorola menelepon rivalnya dari perusahaan telekomunikasi lain dan mengumumkan bahwa ia berbicara dari sebuah "telepon seluler sungguhan."
Pada 20112, laporan Serikat Telekomunikasi Internasional menemukan ada enam miliar pengguna telepon genggam di seluruh dunia.
Pada saat itu, populasi dunia adalah tujuh miliar.
"Dalam 40 tahun kita telah bergerak cepat dari penggunaan ponsel sebagai alat pengusaha, melalui konsumerisasi dan akses internet pada segala sesuatu kini terkoneksi," kata Dr Mike Short CBE, mantan presiden Institute of Engineering and Technology and Vice President of Telefonica Europe pada BBC.
"Di masa depan, kita akan melihat lebih banyak lagi piranti yang sebagian diantaranya bisa dipakai," tambahnya.
"Kita akan bekerja dengan semua indera. Langkah awal yaitu ponsel kacamata telah dimulai yaitu bagaimana kita bisa menggunakan gerak mata untuk mengendalikan alat.
"Aspek wearability lainnya dalam bentuk ponsel jam, akan segera datang. Kita juga akan melihat rompi pendeteksi kesehatan yang bisa berkomunikasi dengan ponsel dan terhubung langsung dengan dokter anda," kata Dr Short.
Bapak telepon seluler
Martin Cooper, kini 85, dikenal sebagai "bapak" telepon seluler
Dalam wawancara beberapa waktu lalu dengan BBC ia mengakui biaya awal pembuatan ponsel yang pada 1983 mencapai $3.500 (Rp33 juta) menyulitkan ponsel dipasarkan sebagai produk massal tapi ia mengakui bahwa ukuran ponsel kelak akan menyusut.
"Kami memang membayangkan bahwa di masa depan, telepon akan menjadi sangat kecil hingga anda bisa menggantungnya di telinga atau menanamnya di bawah kulit," kata dia.
Cooper mengatakan visinya tentang ponsel pertama kali dirumuskan di akhir 1960an ketika telepon mobil diciptakan oleh AT&T.
Ia ingin menciptakan "sesuatu yang bisa mewakili individu sehingga anda bisa menghubungi sebuah nomor tetapi tidak ke rumah, tidak ke meja atau tempat apa pun melainkan langsung kepada seseorang," kata Cooper.
"Saya bahagia bisa memberi perubahan pada hidup banyak orang karena telepon seluler membuat hidup jadi lebih baik. Ponsel meningkatkan produktivitas, membuat orang lebih nyaman dan membuat mereka merasa lebih aman," kata Cooper.









