Sistem absensi digital untuk para guru di Afrika Selatan

Afrika Selatan akan memberlakukan sistem jam biometrik untuk mencegah para guru bolos dari sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Langkah ini diambil setelah para politisi berkunjung ke sejumlah sekolah pada tahun ajaran baru bulan lalu dan menemukan banyak guru yang absen.
Dalam kunjungan para politisi selama satu hari di 451 sekolah, tercatat sampai sekitar 1.000 guru yang absen. Sebagian besar dari guru yang absen itu berasal dari sekolah dasar.
"Sama seperti di pabrik-pbarik, para guru harus (memindai jarinya) jika mulai bertugas," tutur Menteri Pendidikan Dasar, Angie Motshekga, seperti dikutip situs internet Sowetanlive.
Berdasarkan laporan Forum Ekonomi Dunia 2012, <link type="page"> <caption> pendidikan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pendidikan/" platform="highweb"/> </link> Afrika Selatan berada pada peringkat 132 dari total 144 negara jika dilihat dari kualitas pengajarannya.
Laporan memperlihatkan juga bahwa sepanjang tahun 2012, hanya 2,3% dari siswa berusia 15 tahun yang lulus dalam pelajaran matematika.
Memantau pengajaran
Selain sistem absensi digilta, sebuah sistem baru akan diterapkan untuk memungkinkan pelacakan atas gerakan para guru dan untuk menghindari tidur saat jam kerja.
"Kami tidak mendapat laporan lengkap tentang hal yang terjadi sehubungan dengan absennya guru-guru."
"Kami mendengar para guru di sekolah-sekolah tertentu meninggalkan gedung sekolah dan pergi ke kota sekitar pukul 10 pagi," tambahnya.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negaranya, Motshekga meminta agar para orang tua maupun kepala sekolah memantau pengajaran walau hal itu berarti harus memeriksa buku pelajaran siswa.
Pemerintah sempat menyarankan untuk menempatkan guru sebagai layanan utama sehingga dikenakan larangan mogok namun ditentang keras oleh para serikat pekerja.









