Karya Corot dan Degas diserahkan untuk umum

Yayasan milik pelukis Inggris, Lucian Freud, menyerahkan karya Corot dan Degas kepada masyarakat umum berdasarkan skema keringanan pajak, yang disebut in lieu.
Freud -yang meninggal pada tahun 2011- menegaskan dalam surat warisnya bahwa karya-karya seni seharusnya disumbangkan sebagai pajak warisan.
Dia membeli lukisan Corot saat lelang tahun 2001 dan dipajang di lantai atas rumahnya di London.
Karya Corot itu akan diserahkan ke Galeri Nasional sedangkan tiga patung Degas dipamerkan ke Galeri Courtauld.
Jean-Baptiste Camille Corot merupakan pelukis terkemuka Prancis pada pertengahan abad 19 dan berpengaruh besar dalam aliran Impressionists.
Lukisan yang diberi judul <italic>L' Italienne ou </italic> <italic>La Femme á la Manche Jaune</italic> (Perempuan Italia atau Perempuan Dengan Lengan Kuning) berasal dari masa-masa tahun akhir kehidupan Corot dan tidak pernah ditampilkan di depan umum selama lebih dari 60 tahun.

Sedangkan tiga patung Degas -Horse Galloping on Right Foot, La Masseuse (The Masseuse), dan Portrait of a Woman: Head Resting on One Hand- dibuat dari model lilin karya Degas, yang dianggap sebagai salah satu seniman terbesar di penghujung abad 19.
Rekor pengunjung
Lucian Freud -yang dianggap salah seorang seniman besar Inggris- meninggal dunia pada usia 88 tahun.
Dia mengungsi ke Inggris dari kejaran Nazi dan menjadi warga negara Inggris pada tahun 1939.
Pameran atas karya-karyanya di Galeri Nasional yang dibuka bulan Mei 2011 lalu disaksikan lebih dari 175.000 pengunjung hanya dalam waktu beberapa pekan.
Jumlah itu merupakan rekor pengunjung terbesar di Galeri Nasional Inggris untuk pameran berbayar.
Direktur Eksekutif Dewan Seni Inggris, Alan Davey, menyebut skema in lieu amat berguna bagi warisan budaya Inggris.
Berdasarkan skema tersebut, ribuan karya seni kini bisa dinikmati oleh warga Inggris.
Skema in lieu memungkinkan pembayar pajak menyerahkan karya seni menjadi milik umum sebagai pajak warisan.









