Ferrari akan fokus ke pasar Indonesia

Di tengah lesunya perekonomian global, Ferrari masih bisa menjual mobil mewah dan bahkan angka penjualan pada 2011 mengalami kenaikan 10% dibandingkan 2010.
"Masih banyak peluang. Tentu kami sangat berhati-hati memasarkan produk di Eropa, tapi di tempat-tempat lain ekonomi tumbuh dengan baik," kata Enrico Galliera, direktur komersial Ferrari, kepada kantor berita AFP, hari Senin (24/12).
"Kawasan itu antara lain adalah Cina, Indonesia, Malaysia atau Amerika Serikat," papar Galliera.
Sepanjang 2011, Ferrari menjual 7.200 mobil mewah, membuat penerimaan perusahaan mobil asal Italia ini menembus angka US$2,6 miliar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Ferrari hibrida
Selain memusatkan perhatian ke pasar Asia, Ferrari juga menawarkan edisi khusus, yang memungkinkan pembeli memesan mobil sesuai dengan selera mereka.
Fasilitas ini membuat calon pembeli bisa memilih desain interior dan kelengkapan tambahan, seperti sistem Hi-Fi dan layar sentuh.
"Kami memiliki staf khusus yang akan membantu pembeli mendesain dan menambah kelengkapan mobil Ferrari mereka," kata Nicola Boari dari bagian penjualan Ferrari.
Dari sisi teknologi, Ferrari juga akan mengembangkan model hibrida dalam upaya membuat mobil ini lebih ramah lingkungan, tanpa harus mengorbankan kemampuan kendaraan untuk dipacu dengan cepat.
Ferrari hibrida menurut rencana akan dilempar ke pasar dalam beberapa bulan ke depan, terutama untuk konsumen yang ingin merasakan pengalaman mengendarai mobil Formula 1 tapi dengan emisi yang lebih baik dibandingkan mobil-mobil sport lain.









