Lukisan guru di Turki dilarang dipamerkan

Turki
Keterangan gambar, Beberapa pihak menuduh pemerintah ingin mengislamkan Turki.

Pemerintah Turki tidak membolehkan guru dan pelukis Emin Guloren memamerkan lukisan-lukisan cat minyak dengan subjek wanita yang telanjang.

Lukisan ini sedianya akan dipamerkan selama 10 hari di kota Eskisehir, Turki barat laut, namun ketika sejumlah murid menyaksikan pameran ini hari Senin (17/12), lukisan-lukisan tersebut tidak ada lagi.

"Beberapa lukisan wanita telanjang telah diambil. Beberapa di antaranya tergeletak begitu saja di lantai," kata Ali Pasa Sanli, dari serikat guru kepada kantor berita AFP.

"Kami melihat tindakan ini sebagai sensor. Padahal seorang perupa harus diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri," tambahnya.

Para pejabat menolak pernyataan Sanli dengan mengatakan lukisan Guloren tidak sesuai dengan proposal yang dimasukkan ke kantor pemerintah terkait.

"Ini tidak terkait sama sekali dengan sensor karena galeri kami pernah beberapa kali memamerkan lukisan telanjang di masa lalu," kata seorang pejabat.

Guloren sendiri, yang telah lebih 20 kali menggelar pameran tunggal, menolak berkomentar dan menambahkan bahwa kasusnya ini telah ditangani oleh serikat guru.

Beberapa pihak mengatakan Turki, yang diperintah partai berhaluan Islam, mencoba untuk mengislamkan negara sekuler tersebut.

Januari lalu pameran seni di kota Izmir, Turki barat, dibatalkan setelah pemerintah menilai karya seni di pameran ini dianggap menghina Islam.