Stasiun TV Turki didenda akibat The Simpsons

The Simpsons
Keterangan gambar, The Simpson merupakan kartun komedi AS terpanjang yang bertahan sejak 1989.

Badan pengawas TV Turki mendenda sebuah stasiun TV karena menyiarkan episode The Simpsons dengan cerita Tuhan mendapat perintah dari setan.

Stasiun TV CNBC-e harus membayar denda senilai £18.000 atau sekitar Rp270 juta karena episode itu -menurut Badan Agung Radio dan TV, RTUK- menghina nilai-nilai agama dengan 'mengejek' Tuhan.

Dalam tayangan tersebut juga terlihat ada alkitab yang dibakar sementara anak-anak muda dibujuk untuk minum alkohol.

Koran Turki, The Hurriyet, melaporkan episode yang dipermasalahkan itu memperlihatkan adegan salah satu karakter kartun mendorong karakter lain agar membunuh atas nama Tuhan.

RTUK belakangan sering menjatuhkan denda berkaitan dengan acara TV yang dinilai menghina Tuhan, tokoh sejarah, dan yang dianggap menyerang nilai-nilai keluarga.

CNBC-e selama hampir sepuluh tahun menyiarkan serial The Simpson, yang juga ditayangkan di lebih 100 negara lebih dan merupakan kartun komedi Amerika Serikat terpanjang sejak mengudara tahun 1989.

Mayoritas Islam

Seorang kolumnis di The Hurriyet, Mehmet Yilmaz, menyindir keputusan RTUK yang terbaru ini.

"Saya tertanya-tanya apa yang akan dikatakan pembuat The Simpsons jika mereka mendengar lelucon mereka ditanggapi secara harfiah di sebuah negara yang bernama Turki," tulis Yilmaz.

"Mungkin Homer akan mendapat tetangga beragama Islam," tambahnya merujuk pada salah satu karakter utama, Homer Simpson, dalam serial The Simpsons.

Turki merupakan negara dengan prinsip sekularisme walau sebagian besar dari total 75 penduduknya beragama Islam.

Bagaimanapun di bawah pemerintahan Perdana Menteri Tayyip Erdogan yang didukung partai beraliran Islam, banyak pengamat melihat Turki mulai mengarah kepada konservatisme Islam.

Pekan lalu Perdana Menteri Erdogan mengecam sebuah opera sabun tentang Sultan Ottoman -raja yang memerintah paling lama di Turki.

Dan RTUK sudah mengeluarkan peringatan kepada produsernya karena dianggap menghina tokoh sejarah.

Pertengahan Oktober, seorang pianis terkenal di Turki, Fazil Say, <link type="page"> <caption> diputuskan akan diadili karena komentarnya di Twitter yang dituduh </caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/10/121018_turkishpianist_fazilsay_trial.shtml." platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> menghina Islam.</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/10/121018_turkishpianist_fazilsay_trial.shtml." platform="highweb"/> </link>

Di pesan Twitter Fazil disebutkan berkomentar secara bercanda tentang bunyi adzan yang disebutnya berlangsung cepat yaitu sekitar 22 detik dan mempertanyakan kenapa bunyi itu terlalu pendek.