Pertunjukan tari erotis tak bebas pajak

Terbaru  25 Oktober 2012 - 11:06 WIB
Tari erotis

Hakim menyebut tari erotis bukan bagian dari promosi budaya komunitas.

Sebuah klub di New York tidak dapat mengklaim pembebasan pajak untuk penampilan tari erotis, karena bukan merupakan promosi budaya komunitas, menurut keputusan pengadilan negara bagian itu.

Tetapi keputusan panel juri itu tidak bulat, dengan jumlah suara 4-3.

Sejumlah juri menyatakan tidak ada perbedaan secara hukum antara "tarian budaya dan tarian vulgar," dan kasus ini dapat menyebabkan "masalah konstitusional yang signifikan".

Klub malam yang menampilkan tari telanjang Albany, Nite Moves, berpendapat bahwa biaya masuk dan tarian privat seharusnya dibebaskan dari pajak penjualan.

Tetapi mayoritas hakim mengatakan pajak itu ditetapkan untuk bisnis industri hiburan, seperti taman hiburan dan ajang olahraga.

Tidak bisa membuktikan

Nite Moves tidak dapat membuktikan bahwa aktivitas ini "mempromosikan budaya dan penampilan artistik di komunitas lokal," kata dia.

Kuasa hukum yang mewakili klub itu, mengatakan klien mereka sangat kecewa dengan keputusan pengadilan.

"Kami berpikir mereka mendengarkan, dan sebagian dari mereka memang mendengarkan," kata kuasa hukum W Anderson McCullough kepada kantor berita Associated Press.

Departemen pajak dan keuangan negara bagian New York telah menetapkan secara hukum bahwa klub yang menampilkan tari telanjang, tidak masuk dalam kualifikasi pembebasan pajak untuk penampilan drama dan seni.

Juru bicara departemen, Cary Ziter, mengatakan Nite Moves berhutang pajak dan bunga kepada negara sebesar US$124.000 juta.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>