Pendatang Korea paling ulet di Australia

warga korea

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Usaha warga Korea di Sidney membantu menggerakkan ekonomi.

Para imigran Korea termasuk di antara kelompok etnik paling ulet di Australia.

Kesimpulan ini tercantum dalam penelitian yang dilakukan para ahli di Universitas Teknologi Sidney.

Para peneliti mengatakan para pengusaha Korea di bidang restoran memberikan sumbangan yang sangat besar -baik secara sosial maupun ekonomi- bagi Sidney, yang merupakan kota terbesar dan paling majemuk di Australia.

"Usaha mereka membantu menciptakan lapangan kerja, menguatkan investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi," kata Profesor Jock Collins dari Universitas Teknologi Sidney yang menulis laporan tersebut.

Menurut Collins keragaman budaya bisa berdampak positif terhadap perekonomian. "Mereka adalah aset ekonomi yang riil di era globalisasi seperti saat ini," katanya.

Pintar dan rajin

Wartawan BBC di Sidney, Phil Mercer, mengatakan migrasi warga Korea ke Australia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Pada 1971 hanya ada 500 migran Korea di Australia, namun saat ini angkanya mencapai lebih dari 57.000 orang.

Salah seorang pendatang Korea yang sukses berbisnis adalah Rebecca Lim, yang pindah ke Australia pada 1989. Ia memiliki jaringan restoran dan menerbitkan surat kabar.

"Orang-orang Korea dikenal sangat pintar dan rajin. Meski saya warga pendatang, saya tidak merasa terisolasi di Australia ini. Saya tidak punya masalah sama sekali," kata Lim.

Penelitian yang dilakukan para pakar di Universitas Teknologi Sidney menunjukkan para pendatang Korea sangat kecil sekali mengalami masalah rasial.

Meski demikian para pendatang Korea mengeluhklan peraturan imigrasi, yang mereka katakan membuat mereka sulit merekrut tenaga terambil, terutama juru masak, dari Korea.