Lacoste lindung merek dari Breivik

Tersangka Anders Breivik

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Breivik mengenakan baju lengan panjang Lacoste saat berada dalam mobil polisi Norwegia.

Pemilik merek dagang produk fashion Lacoste, diberitakan telah mengirim permintaan pada aparat kepolisian Norwegia untuk mencegah pembunuh berdarah dingin, Anders Breivik, mengenakan barang buatannya saat disidangkan di pengadilan.

Label pakaian terkenal dari Prancis itu disebut-sebut telah menulis surat resmi pada polisi Norwegia untuk menegaskan permintaannya, tulis koran setempat, Dagbladet.

Anders Breivik yang dicap sebagai ekstremis kanan telah mengaku membunuh 77 orang dalam dua ledakan bom serta penembakan membabi-buta terhadap sekelompok remaja yang sedang berkemah di sebuah pulau dekat Oslo Juli lalu.

Breivik, kabarnya pernah dengan tegas menyatakan bahwa Lacoste adalah merek favoritnya, juga beberapa kali direkam kamera tengah mengenakan baju tersebut sejak ditangkap polisi.

Saat akan diperiksa polisi, Breivik dipotret juru foto sedang duduk dalam mobil polisi dengan sebuah baju lengan panjang warna merah dengan merek Lacoste.

Pada kesempatan lain ia juga pernah terekam kamera mengenakan baju hangat warna hitam, jelas dengan logo buaya hijau bermoncong merah khas Lacoste nampak di dadanya.

Lacoste sendiri belum berkomentar tentang laporan ini yang mengindikasikan mereka takut citra mereknya tercemar akibat aksi kriminal Breivik.

Membuat fans stress

Sementara menurut koran Dagbladet, polisi penuntut Christian Hatlo dari Kepolisian Norwegia telah membenarkan adanya kontak dengan Lacoste.

"Ya, kami sudah dihubungi oleh Lacoste, tapi (terkait) apa yang mereka minta tetap hanya antara kami saja (yang tahu)," kata Hatlo seperti dikutip koran itu.

Bila benar langkah yang ditempuh produsen Prancis ini akan menyerupai tindakan yang diambil produsen fashion asal AS, Abercrombie and Fitch, yang menawarkan sejumlah uang untuk para pemain dan produser seri TV realitas yang dilukiskan gemar berbuat onar serta keranjingan pesta, yang disiarkan saluran TV hiburan utnuk remaja, MTV.

Tujuan tawaran itu agar para pemain seri TV itu tidak mengenakan baju buatannya.

Menurut pemilik merek, tingkah laku para awak bertentangan dengan "aspirasi alami" merek Abercrombie and Fitch dan karena itu bisa jadi akan "membuat stress" penggemar merek tersebut.