Pangeran Harry klaim diserang Pangeran William, isap ganja, dan bunuh petempur Taliban

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, James Gregory dan Sean Coughlan, koresponden kerajaan
- Peranan, BBC News
Serangkaian klaim sensasional dan tuduhan dari buku memoar Pangeran Harry bertajuk Spare, telah bocor ke publik.
Buku tersebut menjabarkan berbagai dendam dan permusuhan di Keluarga Kerajaan Inggris, misalnya klaim bahwa dia dan Pangeran William mendesak ayah mereka untuk tidak menikahi Camilla.
Tapi salah satu klaim paling mencolok, yang pertama kali dilaporkan oleh surat kabar the Guardian, adalah penuturan ketika dia diserang secara fisik oleh abangnya, Pangeran William.
Istana Kensington dan Istana Buckingham secara terpisah mengatakan mereka tidak akan berkomentar.
BBC News telah mendapatkan buku Spare dalam bahasa Spanyol dan menerjemahkannya.
Baca juga:
Sebelumnya, the Guardian mendapatkan cetakan buku tersebut dan mempublikasikan kutipannya pada Kamis dini hari (05/01).
The Sun serta sejumlah surat kabar lainnya juga mendapatkan versi bahasa Spanyol, setelah buku tersebut diterbitkan di Spanyol lebih awal dari tanggal rilis resminya - 10 Januari.
Klaim dan tuduhan lainnya dari buku tersebut telah diungkap kepada publik sejak artikel pertama the Guardian.
Di antaranya adalah klaim Pangeran Harry bahwa Pangeran William dan Catherine MIddleton, kini bergelar Pangeran dan Putri Wales, tertawa saat mereka melihat dia mengenakan seragam Nazi untuk sebuah pesta.
Ada juga penuturan ketika Pangeran Harry menggunakan narkoba dan pengalamannya sebagai pilot helikopter tentara Inggris dalam konflik di Afghanistan.
Rekonsiliasi dan kompromi tidak ada dalam agenda, setidaknya menurut kutipan yang bocor ke media. Sejauh ini ada nada kesedihan, dendam, dan tuduhan dalam klaim-klaim Harry.
Ceritanya juga sangat personal, tentang keluarga terdekatnya, abang, ibu tiri, kakak ipar, dan ayahnya, Raja Charles III. Ada nuansa kemarahan dalam klaim-klaim ini dan akan mustahil mengabaikannya tatkala Harry terlihat lagi bersama Keluarga Kerajaan.
Penobatan Charles sebagai raja hanya beberapa bulan lagi dan Harry belum pasti akan hadir dalam acara tersebut.
Berikut beberapa klaim dan pengungkapan terpenting dalam buku tersebut:
Baca juga:
Pangeran Harry dan Pangeran William mendesak ayah mereka, Raja Charles, untuk tidak menikahi Camilla
Pangeran Harry menulis bahwa dia dan Pangeran William memohon supaya ayah mereka tidak menikahi Camilla, yang sekarang menjadi permaisuri, karena takut perempuan tersebut akan menjadi ibu tiri yang jahat, lansir surat kabar The Sun.
Menurut laporan The Sun, Pangeran Harry mengklaim dia dan abangnya bertemu dengan Camilla secara terpisah sebelum perempuan itu resmi bergabung dengan keluarga mereka.
Pangeran Harry menuding bahwa dia sempat membayangkan Camilla suatu hari akan menjadi "ibu tiri yang jahat". Namun dia dan abangnya bersedia memaafkan perempuan itu "dalam hati mereka" jika dia bisa membuat Raja Charles bahagia.
Laporan tersebut tidak memberikan detil mengenai kapan pertemuan itu terjadi atau berapa usia Pangeran Harry saat itu.

Sumber gambar, PA Media
Seorang perempuan yang memiliki 'kekuatan' menyampaikan pesan dari Diana
Pangeran Harry menceritakan bahwa kesedihannya atas kematian ibunya, Diana, Putri Wales, mendorongnya meminta bantuan kepada seorang perempuan yang "mengklaim punya 'kekuatan'".
"Ibu kamu bilang kamu menjalani kehidupan yang dia tidak bisa jalani," kata perempuan itu kepada Harry. "Kamu menjalani hidup yang dia inginkan untuk kamu."
Putri Diana tewas dalam tabrakan mobil di Paris pada tahun 1997, ketika Pangeran Harry berusia 12 tahun.
Cerita Pangeran Harry tentang percakapannya dengan mendiang ibunya pendek saja, tulis the Guardian. Juga tidak ada rincian tentang di mana atau kapan dia bertemu perempuan dengan 'kekuatan' itu.
Pangeran William 'mendorongnya ke lantai'
Pangeran Harry mengklaim abangnya menyambar kerah bajunya, menarik kalungnya hingga putus, dan mendorongnya ke lantai di London.
Buku itu mencaritakan pertengkaran antara dua bersaudara itu, yang menurut Pangeran Harry dipicu oleh komentar Pangeran William tentang Meghan Markle.
Harry menulis bahwa abangnya mengkritik Meghan, dengan menyebut perempuan itu "sulit", "tidak sopan", dan "kasar".
Pria bergelar Duke of Sussex itu mengatakan kakaknya "membeo narasi pers" seiring konfrontasi itu semakin panas, menurut the Guardian.
Baca juga:
- Meghan Markle sempat merasa ‘tidak ingin hidup lagi’; siapa yang komentari soal warna kulit anaknya?
- Tak lagi terima uang dari kerajaan, dari mana sumber penghasilan Pangeran Harry dan Meghan Markle?
- 'Saat nenek bertemu pertama kali dengan istri tercinta dan memeluk cicit', Pangeran Harry mengenang Ratu Elizabeth II

Sumber gambar, Getty Images
Pangeran Harry dilaporkan menjabarkan apa yang terjadi berikutnya, termasuk dugaan pertengkaran fisik.
"Dia menaruh [segelas] air, menyebut saya dengan nama lain, kemudian melabrak saya. Semuanya terjadi dengan cepat. Sangat cepat.
"Dia menyambar kerah baju saya, menarik kalung saya hingga putus, dan mendorong saya ke lantai.
"Saya jatuh di atas mangkuk anjing, yang pecah di bawah punggung saya, potongan-potongannya melukai saya. Saya berbaring di sana sesaat, bingung, kemudian berdiri dan menyuruh dia keluar."
Pangeran William dan Catherine menertawakan kostum Nazi yang dipakai Pangeran Harry
Memoar itu juga mengklaim Pangeran William dan Catherine tertawa ketika Pangeran Harry pulang mengenakan kostum serdadu Nazi sebelum sebuah pesta kostum pada 005.
Pangeran Harry berkata dia sedang memilih kostum untuk acara tersebut dan menelepon pasangan itu untuk meminta pendapat, dia punya seragam pilot dan seragam Nazi dalam pilihannya. Dia menceritakannya dalam memoar:
"Saya menelepon Will dan Kate dan bertanya bagaimana pendapat mereka."
"Seragam Nazi, kata mereka."
"Saya menyewanya, beserta kumis palsu yang konyol, dan pulang ke rumah."
"Willy dan Kate tertawa. Itu bahkan lebih buruk dari kostum macan tutul Willy. Jauh lebih konyol."
Usia Harry 20 tahun ketika The Sun menerbitkan foto halaman depan dirinya mengenakan seragam Nazi itu di pesta kostum bertema "Penduduk Asli dan Kolonial".
Mencoba kokain pada usia 17 dan mengisap ganja di Eton
Harry berkata dia pernah ditawari kokain di rumah seseorang pada usia 17 tahun dan mengakui pernah menggunakan narkoba itu pada beberapa kesempatan lain, meskipun dia tidak menikmatinya.
Dia menulis: "Pengalaman itu tidak begitu menyenangkan dan tidak membuat saya bahagia seperti halnya orang-orang lain, tetapi itu membuat saya merasa berbeda, dan itulah tujuan utama saya.
"Saya adalah bocah 17 tahun yang siap mencoba apa saja yang mengubah tatanan yang sudah mapan."
Ia juga bercerita tentang merokok ganja di kamar mandi ketika menjadi siswa di Eton College, sementara petugas Kepolisian Thames Valley yang bertugas sebagai pengawalnya berjaga-jaga di luar bangunan itu.
Pangeran William tidak suka Pangeran Harry pergi ke Eton
"Kamu tidak kenal saya, Harold. Dan saya tidak kenal kamu." Itulah yang menurut Pangeran Harry dikatakan Pangeran William kepadanya saat dia hendak mulai bersekolah di Eton College.
Pangeran Harry berkata abangnya menjelaskan kepadanya bahwa "selama dua tahun pertama di sana, Eton telah menjadi tempat berlindung."
"Itu tanpa beban dari seorang adik yang mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan atau ikut nimbrung di lingkaran sosialnya," kata Harry.
Pangeran Harry menulis bahwa dia mengatakan Pangeran William "tidak perlu khawatir", dan berkata kepada abangnya "Saya akan lupa kalau saya kenal kamu."
Membunuh 25 petempur Taliban di Afghanistan
Saat bertugas sebagai pilot helikopter di Afghanistan pada 2012-2013, Pangeran Harry berkata dia ikut serta dalam enam misi, semuanya melibatkan kematian, namun menganggap itu bisa dibenarkan.
"Itu bukan statistik yang membuat saya bangga, tetapi juga tidak membuat saya malu," dia menulis.
"Ketika saya mendapati diri saya di tengah kebingungan dan hiruk-pikuk pertempuran saya tidak memandang 25 orang itu sebagai manusia. Mereka adalah pion catur yang dikeluarkan dari papan permainan, orang-orang jahat yang dieliminasi sebelum mereka bisa membunuh orang-orang baik."

Sumber gambar, PA Media
Pangeran William menyarankan gereja lokasi pernikahan Pangeran Harry dan Meghan
Pangeran Harry mengklaim Keluarga Kerajaan menunda-nunda terkait tanggal dan tempat pernikahannya dengan Meghan.
Dia berkata ketika dia meminta saran kakaknya tentang kemungkinan menikah di Westminster Abbey atau Katedral St Paul, Pangeran William mengatakan itu tidak mungkin karena masing-masing tempat tersebut pernah menjadi tempat pernikahan Raja Charles dan Diana serta Pangeran William dan Catherine.
Pangeran William menyarankan sebuah kapel di dekat rumah ayah mereka di Highgrove House, Cotswolds, kata Harry.
Pangeran Harry dan Meghan menikah di Kapel St George, Kastil Windsor, pada Mei 2018.
Serangan panik sebelum tampil di hadapan publik
"Pada akhir musim panas 2013, saya melalui momen yang buruk, berganti-ganti antara periode letargi yang melemahkan dan serangan panik yang menakutkan," tulis Harry dalam memoarnya.
Saat hendak menyampaikan pidato hingga wawancara, Harry berkata dia mendapati dirinya "tidak mampu melakukan tugas-tugas mendasar ini".
Menjelang pidato, tubuhnya akan basah dengan keringat dan mengenakan jasnya adalah pemicunya, ketika serangan panik dimulai, ujarnya.
"Pada waktu saya mengenakan blazer dan mengikat tali sepatu, keringat akan mengucur dari pipi dan punggung saya."













