Covid di Thailand: Bertani di atap taksi-taksi demi atasi kelaparan pengemudi

A sea of vegetables grow on the roofs of abandoned taxis in Ratchaphruek Taxi Cooperative in Bangkok, Thailand.

Sumber gambar, EPA

Di sebuah lahan parkir di ibu kota Thailand berbagai tanaman sayur tumbuh di atap sejumlah taksi.

Pengetatan aturan terkait pandemi Covid-19 menyebabkan Kota Bangkok yang biasanya ramai kendaraan mendadak sepi. Situasi ini membuat para pengemudi taksi kehilangan pekerjaan.

Banyak pengemudi kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan meninggalkan taksi mereka di lahan parkir. Jumlahnya sangat banyak dan berwarna-warni.

Sebuah perusahaan taksi melihat peluang dari pemandangan tersebut. Mereka menggunakan atap-atap kendaraan di lahan parkir sebagai lahan tanaman sayur, yang hasilnya diharapkan dapat memberi makan pengemudi taksi yang menganggur dan karyawan-karyawan lain.

Baca juga:

Thai staff members of the Ratchaphruek Taxi Cooperative water their community vegetable garden that was built on top of out of use Thai taxis on September 13, 2021 in Bangkok, Thailand.

Sumber gambar, Getty Images

A staff member water vegetables on the roof of a car.

Sumber gambar, EPA

Para pegawai Ratchaphruek Taxi Cooperative menciptakan taman mini dengan membentangkan kantong sampah hitam yang diikatkan pada bingkai bambu pada atas atap mobil. Bentangan tersebut lantas diisi dengan tanah.

Mereka kemudia menanam beragam tanaman sayur, termasuk cabai, mentimun, dan labu.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu para pengemudi dan, kalau ada sayuran sisa, bisa dijual ke pasar setempat.

The son of a Thai staff members of the Ratchaphruek Taxi Cooperative waters their community vegetable garden that was built on top of out of use Thai taxis on September 13, 2021 in Bangkok, Thailand.

Sumber gambar, Getty Images

bangkok

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kardus di bagian kaca depan taksi ditulis: "Perdana menteri mohon tolong kami".

Para pengemudi taksi di Bangkok biasanya mengandalkan wisatawan namun pengetatan syarat masuk ke Thailand membuat pemasukan mereka nyaris nol.

"Ini adalah pilihan terakhir kami," kata Thapakorn Assawalertkun, salah satu pemilik perusahaan kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan, banyak pengemudi masih berutang setoran.

"Menanam sayur pada atap mobil tidak akan merusak taksi karena sebagian besar sudah rusak sangat parah dan tidak bisa diperbaiki. Mesinnya rusak, bannya kempes. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan," pungkasnya.

A view of the parking lot turned community garden at the Ratchaphruek Taxi Cooperative, where they're using taxi roofs as vegetable planters on September 11, 2021 in Bangkok, Thailand.

Sumber gambar, Getty Images

A worker watering plants on the roof of an abandoned taxi.

Sumber gambar, EPA

Semua foto dilindungi hak cipta.