Natal di tengah pandemi Covid-19: Tujuh cara meminimalkan risiko saat kumpul keluarga

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Laís Alegretti dan Paula Adamo Idoeta
- Peranan, BBC News Brasil
Pandemi virus corona akan menjadikan pengalaman Natal tahun ini aneh.
Natal, momen yang menyatukan anggota keluarga dari segala usia, menjadi skenario ideal penularan virus yang sejauh ini sudah menyebabkan sekitar 1,65 juta kematian.
Bagi kebanyakan orang, satu-satunya cara untuk memastikan kita tidak menulari orang yang kita cintai adalah dengan tidak merayakan Natal bersama.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang-orang memanfaatkan teknologi untuk bertemu secara virtual tahun ini.

Sumber gambar, Getty Images
Namun, bagi orang-orang yang akan menghabiskan waktu dengan anggota keluarga di luar keluarga inti mereka, ada tindakan yang dapat membantu meminimalkan, meski tidak bisa menghilangkan sepenuhnya risiko yang ada.
- Kasus Covid-19 meningkat jelang Natal, Sydney batasi pergerakan warga
- Planet Jupiter dan Saturnus sejajar menjelang Natal, apakah ini fenomena bintang terang yang muncul saat Yesus lahir?
- Lebih dari 40 negara larang penerbangan dari Inggris karena khawatir varian baru Covid-19
- 'Tuhan pasti ada', cerita di balik kelelahan dan cemas yang melanda para tenaga kesehatan
1. Rayakan dengan lebih sedikit orang dan persingkat waktu
Mengurangi jumlah anggota keluarga yang berbaur selama perayaan Natal akan mengurangi kemungkinan infeksi.
Selain itu, semakin sedikit waktu yang dihabiskan bersama, semakin sedikit kemungkinan penularan.
Seperti yang dikatakan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, "Natal yang lebih kecil akan menjadi Natal yang lebih aman dan Natal yang lebih pendek adalah Natal yang lebih aman."
"Ini adalah waktu untuk bertemu keluarga inti. Bukan pertemuan keluarga besar dengan lebih dari sepuluh orang," kata Dr Juliana Lapa, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Brasilia di Brasil.
Kunjungan yang lebih singkat, menjaga jarak sosial, dan memakai masker akan lebih baik daripada pesta besar, katanya.
Rekannya, Dr Estevão Urbano, menekankan bahwa orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta - seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan masalah paru - harus menghindari pertemuan.
"Mereka adalah orang-orang yang paling terisolasi dan paling membutuhkan perawatan saat-saat ini, tetapi idealnya mereka juga harus lebih berhati-hati daripada orang lain," katanya.

2. Atur ventilasi dengan baik
Tiupan angin yang kecil bisa menghancurkan droplet yang membawa virus.
Jadi, taman, teras, dan beranda yang luas adalah tempat terbaik untuk merayakan Natal.
Jika Anda bertemu di apartemen, biarkan semua jendela terbuka.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC), "satu strategi yang dapat membantu adalah menggunakan kipas angin yang ditempatkan dengan aman di depan jendela untuk membuang udara dari dalam ke luar ruangan.
"Ini akan membantu membawa udara segar ke dalam ruangan melalui jendela dan pintu lain yang terbuka tanpa menghasilkan aliran udara yang kuat dalam ruangan."

3. Masker dan jarak sosial
Para ahli merekomendasikan penggunaan masker setiap saat, kecuali saat makan atau minum.
Mengingat virus corona menyebar melalui droplet yang keluar saat kita batuk, tertawa, atau berbicara, ahli juga menyarankan untuk mengecilkan suara musik, jadi tidak ada yang perlu berteriak agar bisa didengar.
Tak satu pun dari langkah-langkah di atas bisa menggantikan protokol jaga jarak antara orang-orang yang tidak tinggal bersama di bawah satu atap.

Sumber gambar, Getty Images
4. Makan bergiliran
Waktu makan bisa sangat berisiko karena saat itulah orang-orang berkumpul dan melepas masker mereka.
Orang harus berhati-hati untuk tidak berbagi peralatan makan dan gelas.
Para ahli menyarankan keluarga untuk makan secara bergiliran, yakni mereka yang tinggal dalam satu rumah makan bersama pada satu waktu.
Jika Anda memiliki cukup ruang untuk meja terpisah, maka inilah saatnya untuk memanfaatkannya.
"Penting untuk melihat siapa pun yang tidak memakai masker sebagai penyebar virus potensial karena orang yang tidak menunjukkan gejala membawa virus corona tanpa menyadarinya," kata Jaques Sztajnbok, pengawas ICU di rumah sakit Emílio Ribas di Sao Paulo, Brasil.

5. Hindari bepergian
Spesialis penyakit menular setuju bahwa yang terbaik adalah menghindari bepergian.
Tetapi jika Anda harus melakukan perjalanan, lebih baik menggunakan mobil pribadi daripada menggunakan transportasi umum.
6. Jika Anda mengalami gejala, tetaplah di rumah
Jika Anda tidak mengisolasi diri sebelum Natal, cobalah untuk melakukan tes usap beberapa hari sebelum perayaan yang ingin Anda hadiri.
Berikan perhatian ekstra pada diri Anda sendiri untuk mendeteksi gejala Covid-19 yang mungkin Anda alami.

Sumber gambar, Getty Images
"Sangat penting untuk melihat semua gejala dengan serius saat ini. Banyak orang mungkin berkata, ini hanya batuk, hanya pilek, tapi Anda harus menanggapinya dengan serius dan tetap tinggal di rumah. Itu mungkin merupakan kasus dengan risiko tinggi,"kata Dr Juliana Lapa.
7. Jangan lengah
Setelah berpisah berbulan-bulan, dapat dimengerti bahwa orang akan merasakan kebutuhan untuk rileks dan menikmati kebersamaan satu sama lain, tetapi di sanalah letak bahayanya karena Anda bisa jadi lengah.
Terutama jika Anda minum minuman beralkohol, kata seorang ahli.
Dr Estevão Urbano mengatakan pelonggaran aturan dapat menyebabkan "kematian yang tidak perlu" setelah Natal.
"Rasanya akan seperti kalah dalam pertandingan saat perpanjangan waktu".
"Kita hampir mendapatkan vaksin," katanya, "Kita harus melakukan langkah-langkah ekstra dan berhati-hati selama Natal."











