Kampanye antivaksin Covid-19: 'Bagaimana foto kaki saya yang melepuh, viral dan disalahgunakan'

Woman in hat wearing hoop earrings
    • Penulis, Marianna Spring
    • Peranan, Wartawan BBC untuk liputan disinformasi

Peringatan: Artikel ini berisi foto-foto yang mungkin membuat Anda tidak nyaman.

Seorang perempuan di Amerika Serikat tidak pernah mengira foto telapak kakinya yang luka dan melepuh menjadi viral dan disebarkan oleh orang-orang yang menentang vaksinasi Covid-19.

Foto itu ramai dibagikan di Facebook, Instagram, dan di Twitter, dengan pesan: "vaksin virus corona bisa membuat kaki Anda luka dan melepuh seperti ini".

Seorang pengguna di Twitter, setelah melihat foto kaki ini, menulis, "Betul kan, mereka sengaja ingin mencelakakan kita dengan vaksin [virus corona]."

Kaki yang ada di foto viral tersebut milik Patricia, perempuan berusia 30-an tahun yang tinggal di Texas.

Pesan-pesan antivaksin yang menggunakan foto kaki Patricia ramai di media sosial berawal dari halaman penggalangan dana GoFundMe.

Kerabat Patricia menggunakan situs ini untuk membantunya mendapatkan dana untuk membiayai pengobatan masalah di kakinya tersebut.

Memang informasi di halaman GoFundMe tidak lengkap.

Ada satu bagian yang menyebutkan, "Patricia adalah relawan uji coba vaksin Covid-19 dan belum lama ini memperlihatkan reaksi yang parah."

Bagian inilah yang kemudian disimpulkan bahwa suntikan vaksin Covid-19 "bisa membuat kulit melepuh" seperti yang dialami Patricia.

'Dimanfaatkan aktivis dan influencer antivaksin'

Kaki Patricia

Sumber gambar, Patricia

Keterangan gambar, Foto-foto telapak kaki Patricia yang melepuh dan luka dipakai untuk kampanye aktivaksin Covid-19.

Dari temuan di halaman GoFundMe seorang influencer mengunggahnya di media sosial dan kemudian menjadi viral.

Dari Amerika, foto kaki Patricia dan pesan-pesan antivaksin menyebar ke banyak negara, termasuk ke Portugal, Rumania, dan Polandia.

Padahal yang terjadi tidak seperti itu.

Benar bahwa Patricia adalah relawan uji coba vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech.

Tapi Patricia masuk dalam kelompok yang menerima suntikan plasebo, bukan vaksin yang sebenarnya. Suntikan yang ia terima berisi air biasa yang dicampur garam.

Kondisi kakinya yang melepuh tidak ada hubungannya dengan suntikan yang ia terima.

BBC sudah menghubungi beberapa pakar dan ahli penyakit kulit yang menyatakan suntikan air garam tidak akan menyebabkan kulit melepuh seperti yang dialami Patricia.

Namun fakta ini tak menghentikan para aktivis dan influencer antivaksin untuk mengunggah pesan-pesan yang menentang vaksinasi Covid-19.

Akibat lain dari viralnya pesan mereka adalah Patricia menerima pesan-pesan berisi kemarahan.

Ia menjadi bulan-bulanan.

Banyak yang mengatakan dirinya "idiot, pencandu narkoba, penipu, dan perempuan labil".

Ada juga yang marah mengapa ia "sengaja melempar disinformasi" tentang vaksin virus corona.

Bagaimana kakinya melepuh?

Keterangan awal di situs GoFundMe

Sumber gambar, GoFundMe / Patricia

Keterangan gambar, Versi awal penggalangan dana di GoFundMe sepertinya menyiratkan ada kaitan antara uji coba vaksin dan kaki Patricia yang melepuh.

Patricia mengatakan kakinya melepuh pada akhir Oktober ketika jalan kaki bersama suami dan anak perempuannya di tengah cuaca dingin.

Sang suami mengatakan mungkin sakit di telapak kaki Patricia disebabkan oleh sol sepatu.

Ketika sampai di rumah, kakinya membengkak. Kaki satunya melepuh, yang membuatnya sulit berjalan. Akhirnya ia memutuskan untuk ke dokter.

Dokter menjelaskan beberapa kemungkinan mengapa kakinya bengkak dan melepuh, salah satunya "mungkin efek obat yang membuat kulit memperlihatkan reaksi yang parah".

Pikiran Patricia langsung tertuju ke uji coba vaksin yang ia ikuti. Lima hari sebelumnya, ia memang menerima suntikan kedua.

Setelah berkonsultasi dengan dokter inilah, kerabatnya menggalang dana di situs GoFundMe untuk membantunya membayar biaya perawatan.

Patricia tadinya tidak terlalu keberatan dengan redaksional di halaman situs penggalanan dana GoFundMe, yang mengaitkan luka di kakinya dan aktivitasnya sebagai relawan vaksin Covid-19.

Ia tak pernah menyangka sama sekali bahwa foto dan penjelasan di situs tersebut dipakai oleh para aktivis dan influencer untuk mengkampanyekan gerakan antivaksin Covid-19.

Ia menyesalkan informasi ini dipakai untuk mengirim pesan-pesan hoaks.

"[Tapi seperti itulah] media sosial. Anda unggah sekali dan kemudian diambil orang dan menjadi viral," ujar Patricia.

"Luka yang saya alami tak ada kaitannya dengan vaksin...," tambahnya.

Ia mengatakan marah karena apa yang ia alami dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya agenda menentang vaksin.

Dokternya masih berupaya mencari tahu mengapa kakinya luka dan melepuh seperti itu.

Menyebar di Portgal
Keterangan gambar, Foto kaki Patricia dan pesan hoaks menyebar ke banyak negara, termasuk Portugal.

Informasi di halaman penggalangan dana GoFundMe sudah diperbaiki.

Tidak ada lagi kaitan dengan kegiatan Patricia sebagai relawan uji coba vaksin Covid-19. Disebutkan pula bahwa kondisinya belum pulih dan penyebab luka di kakinya belum diketahui.

Viralnya foto kaki Patricia untuk menyebar hoaks sebenarnya bukan unik.

Ada banyak kasus lain dengan pola serupa. Aktivis menemukan berita atau kisah yang sepertinya mendukung pandangan sempit mereka.

Dari kisah ini mereka bungkus sedemikian rupa, tanpa memperdulikan bahwa kisah yang mereka sebar sebenarnya tidak benar.