Virus corona: Bagaimana hewan liar menikmati kebebasan di tengah 'lockdown'

Babi Rusa

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sebagian warga ingin memberi babi rusa makan, tapi sebagian lainnya ingin mereka dienyahkan
Waktu membaca: 4 menit

Penutupan wilayah alias 'lockdown' di tengah pandemi virus corona memberi kesempatan langka bagi hewan-hewan untuk menikmati alam bebas tanpa manusia.

Hewan-hewan yang hidup di perkotaan menikmati jalanan dan jalur air yang kosong.

Kebanyakan pemandangan ini memang bukan sesuatu yang unik, tapi berbagai pembatasan di tengah pandemi ini memberi keleluasaan dan kepercayaan diri bagi binatang untuk bertualang di kota dan tinggal lebih lama di sana.

Beberapa binatang menguasai kawasan hutan dan taman konservasi dan beberapa otoritas melaporkan lonjakan aktivitas di alam bebas tanpa kehadiran turis.

Penduduk Istanbul mengatakan lumba-lumba berani muncul lebih dekat di Bosporus.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penduduk Istanbul mengatakan lumba-lumba berani muncul lebih dekat di Bosporus.

Selat Bosporus di Istanbul, Turki, biasanya merupakan salah satu jalur laut paling sibuk di dunia. Tanker raksasa, kapal kargo dan kapal penumpang melintasi selat yag membelah kota tersebut 24 jam sehari.

Sekarang, nyaris tak ada aktivitas dan bahkan nelayan pun tinggal di rumah menyusul karantina wilayah. Lumba-lumba kini bebas berenang dan melompat ke atas permukaan.

Pemandangan itu bukan sesuatu yang unik untuk dilihat dari kejauhan. Tapi video yang diunggah penduduk yang merekam lumba-lumba berenang di dekat tepian selat menunjukkan sedekat apa mereka dengan perkotaan dan betapa mereka gembira berenang mendekat.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

Presentational white space

Lumba-lumba "datang mendekat ke tepi karena ancaman tersangkut tali atau jangkar sudah tak ada lagi," seorang warga yang memotret lumba-lumba berkata pada AFP.

Tiga jenis lumba-lumba, termasuk lumba-lumba hidung biru, dapat ditemukan di Selat Bosporus, Istanbul.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tiga jenis lumba-lumba, termasuk lumba-lumba hidung biru, dapat ditemukan di Selat Bosporus, Istanbul.

Babi rusa kerap tampak mengendus dan berburu makanan di kota di Haifa sebelum pandemi, tapi ketiadaan manusia telah mendorong mereka untuk berjalan lebih jauh, kata warga.

Babi Rusa

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Babi rusa di Haifa, Israel, tengah makan dari tempat sampah penduduk

Masalah ini dianggap serius hingga pemerintah setempat mengadakan rapat virtual untuk mendiskusikan populasi babi rusa yang meningkat.

"Saya takut ketika wabah berlalu, babi rusa sudah semakin terbiasa datang setiap hari, setiap malam dan setiap jam," kata Yaron Hanan, yang berkampanye untuk menyingkirkan babi rusa, kepada Reuters.

Flamingo

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, "Waktunya untuk cinta," kata seorang pakar lingkungan tentang flamingo yang tiba di Albania

Tapi, beberapa spesies menikmati kesendirian di tengah hutan dan taman konservasi yang biasanya dipadati turis.

Di Albania, flamingo berwarna merah muda berkerumun di danau di pantai barat negara tersebut. Jumlah flamingo diperkirakan naik hingga sepertiga menjadi sekitar 3.000, kata petugas hutan kepada AFP.

Ribuan flamingo tampak di perairan dekat Danau Narta, di mana mereka biasa bereproduksi setelah terbang dari Afrika dan bagian selatan Laut Mediterania.

Presentational grey line

Simak juga:

Kawasan dekat pabrik minyak zaitun dan pabrik kulit, yang kerap dituduh mencemarkan lingkungan dan kini tengah ditutup, juga sepi, memberikan ketenangan bagi burung.

Pasangan burung "bergerak lebih jauh masuk ke danau dan mulai bereproduksi," kata Nexhip Hysolakoj, kepala kawasan Vlora yang dililndungi.

Pelikan keriting

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dalmatian atau pelikan keriting dikenal karena bulu di kepalanya

Dan di Taman Nasional Divjaka, 85 pasang pelikan keriting tengah berdiam diri. Turis yang biasanya mencapai 50.000 sudah tak tampak lagi dan suasana jadi sepi dan petugas berharap akan ada lonjakan populasi pelikan keriting karena proses reproduksi yang tidak terganggu.

Di Thailand, 30 dugong tertangkap kamera tengah berenang di Taman Nasional Hat Chao Mai, yang tengah menutup kawasan bagi pelancong.

Sekawanan dugong

Sumber gambar, AFP/ THAILAND'S NATIONAL MARINE PARK

Keterangan gambar, Sekumpulan dugong terekam kamera di Taman Nasional Hat Chao Mai

Dugong termasuk binatang yang terancam punah dan kerap tertangkap jaring nelayan atau menjadi korban polusi.

Petugas taman nasional mengunggah video di Facebook yang menunjukkan sekumpulan besar ikan dan spesien lainnya, dan menulis bahwa ada pertumbuhan di alam bebas sejak pandemi.

Puma

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Puma pertama yang terekam di Santiago tengah berupaya melompati tembok

Tapi, sebagian binatang yang tengah menikmati petualangan tidak bisa singgah terlalu lama.

Puma

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seekor puma ditangkap di sebuah komplek apartemen di Santiago

"Mereka merasakan berkurangnya suara dan mencari tempat baru untuk mendapatkan makanan. Sebagian tersesat dan muncul di perkotaan," kata Horacio Bórquez, direktur layanan pertanian dan peternakan Chile.

Keterangan video, Kambing yang tengah penasaran sedang berjalan-jalan di taman rumah warga

Dan siapa yang bisa lupa akan kambing Kashmir dari Llandudno yang jadi terkenal itu?

Mereka menikmati kota yang sepi di Wales bulan lalu.

Tapi tak semua binatang menikmati keleluasaan yang sama di tengah karantina.

Pigeons in Krakow

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Anggota Organisasi Kesejahteraan Binatang Krakow rutin memberi makan burung dara

Burung dara di Eropa terancam kelaparan, kata kelompok aktivis kesejahteraan binatang di Jerman. Hal itu karena jumlah manusia yang rutin memberi mereka makan semakin berkurang karena mereka harus tinggal di rumah.

Di Krakow, Polandia, sebuah organisasi rutin memberi mereka makan di tengah karantina wilayah.