Demam Asian Games melanda, kampung-kampung penuh warna

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Kampung Mural Asian Games di Solo.

Demam Asian Games melanda masyarakat Indonesia. Gegap gempita dan semarak antusiasme warga terlihat dari munculnya beberapa seni mural dan kampung bertemakan Asian Games

Sejumlah kota merias diri dengan tema pesta olahraga Asia ini termasuk sejumlah tempat di Jakarta.

Di salah satu sudut Kemayoran, Jakarta Pusat misalnya, dari balik jendela-jendela Wisma Atlet, para olahragawan dari sejumlah negara dapat menyaksikan permukiman padat dan bangunan tak beraturan yang disulap kampung warna-warni bertemakan Asian Games.

Salah seorang warga, Isbandiah mengungkapkan hal ini dilakukan untuk 'menghormati' perhelatan akbar itu.

"Karena kita berdekatan dengan Wisma Atlet, jadinya kita menghormati lah. Jadi kita berbenah diri lah, supaya lingkungan kita terlihat indah," ujar Isbandiah ketika ditemui di kampungnya.

"Masalahnya kan Asian Games nggak cuma negara kita aja, banyak negara. berbenah diri kampung kita supaya lebih indah deh," imbuhnya.

Kampung Asian Games

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Keterangan gambar, Mural Asian Games di Jakarta.

Di Solo, para seniman mural juga tak mau ketinggalan mempercantik salah satu sudut, dengan pernak-pernik mural Asian Games.

Koordinator pelukis mural Kampung Mural Asian Games, Irul Hidayat mengatakan awal mulanya wali kota menginginkan untuk membuat kampung mural.

Hanya saja setelah berdiskusi dengan para seniman mural keinginan tersebut langsung diarahkan untuk membuat Kampung Mural Asian Games.

"Setelah diskusi muncul gagasan untuk merayakan Asian Games dengan lukisan mural karena momen besar dan sangat langka. Pak Wali Kota Solo pun setuju dan kawasan ini dihiasi mural untuk menyongsong Asian Games 2018, " kata Irul di Solo, seperti dilaporkan wartawan setempat Fajar Shodiq.

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Mural warna warni di Solo banyak menarik perhatian warga dari kawasan lain.

"Dengan ikut menggelorakan Asian Games melalui kampung mural, warga Solo ikut mendukung para atlet kita yang berlaga. Pastinya cara itu akan membuat atlet semakin bangga untuk bisa meraih prestasi," harapnya.

Menurut Irul, mural yang dilukis memang sebagian besar wajah para atlet yang pernah menorehkan prestasi dalam ajang Asian Games hingga Olimpiade.

Mereka termasuk pebulutangkis Susi Susanti, petenis Yayuk Basuki, petinju Pino Bahari dan atlet lainnya dilukis secara realis.

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Pebulutangkis Susi Susanti yang meraih medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona.

"Kita ambil ikon-ikon yang cukup ikonik, artistic dan memiliki karakter serta historis yang kuat. Kita lihat Susi Susanti yang dilukis dengan pose menangs terharu saat meraih medali emas dalam Olimipiade," sebutnya.

Tak hanya itu, untuk menghargai prestasi para atlet peraih medali emas dalam Asian Games 2018, peraih emas juga diabadikan dalam bentuk lukisan di Kampung Mural Asian Games. Pada tahap awal jumlah peraih medali emas yang dilukis baru lima atlet.

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Kampung mural Asian Games menjadi ajang kreasi para seniman.

"Beberapa peraih medali emas yang dilukis mural di kampung ini sebagai bentuk apresiasi kami lewat cara sederhana yang sesuai dengan bidang kami, yakni lukisan mural. Sejak awal, kami sudah berjanji siapa yang dapat emas akan dilukiskan di sini," katanya.

Lukisan mural tokoh Bung Karno juga turut menghiasi Kampung Mural Asian Games.

Indonesia terakhir kali menyelenggarakan Asian Games tahun 1962 dan dibuka oleh Presiden Sukarno.

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Kerja, mural Presiden Joko Widodo dengan sarung tinju.

"Untuk menghargai jasa beliau, Bung Karno di kampung ini dilukiskan bersanding dengan karya peninggalannya, Gelora Bung Karno," tuturnya.

Mural lain termasuk Presiden Jokowi, Menpora Imam Nahrawi serta Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Dalam lukisan mural, Jokowi digambarkan sedang bertinju lengkap dengan sarung tinju bertuliskan 'kerja'.

"Adanya Kampung Mural Asian Games jelas sangat berdampak. Dulu kampung ini sepi karena letaknya di pinggiran kota, namun kini kampung mural setidaknya banyak dikunjungi warga dari luar daerah selain ingin berfoto-foto, mereka juga bisa belajar edukasi peristiwa olahrga melalui mural yang diciptakan," jelasnya.

Kampung Mural Asian Games

Sumber gambar, Fajar Shodiq

Keterangan gambar, Banyak warga berfoto di depan karya mural.

Kreasi tembok ini menjadi atraksi tersendiri bagi warga Solo yang berbondong-bondong untuk foto.

"Pertama karena saya suka olah raga jadi saya tertarik dengan mural-muralnya yang ada di sini. Saya tertarik dengan gambar atletnya, bagus banget," ungkap salah satu pengunjung, Yuqa Suhha.

"Kita foto-foto di sini lalu kita upload untuk mendukung suksesnya Asian Games dan atlet-atlet kita," imbuhnya.