Nama pengarang Little House dihapus dari penghargaan karena riwayat rasisme

Asosiasi perpustakaan untuk anak AS (ALSC) menghapus nama Laura Ingalls Wilder dari salah satu penghargaannya karena pandangan dan bahasa rasis yang digunakannya.

Sejak bertahun-tahun, lembaga itu menerima berbagai keluhan bahwa Laura Ingalls Wilder memiliki pandangan antipenduduk asli Amerika dan antikulit hitam seperti tampak dalam karyanya yang legendaris, Little House on the Prairie.

Hari Sabtu (23/06) lalu, Dewan pengurus ALSC secara bulat bersepakat memutuskan untuk tidak lagi menggunakan nama Laura Ingalls Wilder sebagai nama penghargaan bacaan anak-anak yang mereka berikan setiap tahun.

Penghargaan tersebut akan berganti nama dari Laura Ingals Wilder Award, menjadi Children's Literature Legacy Award.

Pihak ALSC, yang merupakan bagian dari asosiasi perpustakaan Amerika, mengatakan bahwa novel karya Wilder dan "ungkapan perilaku stereotip" Wilder tidak sejalan dengan nilai dasar ALSC.

Novel anak-anak karya Wilder yang berkisah tentang kehidupan para penjelajah di Amerika Barat banyak mendapat kecaman karena menggunakan bahasa yang tidak memanusiakan penduduk asli dan orang kulit berwarna.

Misalnya, pada salah satu bagian pembukaan buku Little House penggambarannya terhadap sebuah daratan ditulisnya dengan menyebut "daratan yang tidak ada orang di dalamnya. Hanya orang-orang Indian yang tinggal di sana.

Pada tahun 1953, penerbit Harper memutuskan untuk mengganti kata "people (orang) menjadi Settlers (pemukim)", menjadi 'daratan 'yang tak ada pemukim di dalamnya..," tulis Washington Post.

Namun, novel itu tetap disorot karena jalan cerita yang mengandung stereotip rasis dan pandangan rasis orang kulit putih pada era Wilder.

Sejumlah penggemar berpendapat bahwa novel tersebut mengandung suatu pandangan sejarah yang penting yang seharusnya dijadikan materi pembelajaran untuk anak-anak.

Sebuah surat dari dewan pengurus ALSC menyorot tentang 'kerumitan' kasus ini dan 'emosi sekitar masalah ini.'

"Kami mengakui bahwa buku karya Wilder tidak hanya memiliki tempat yang penting dalam sejarah bacaan anak, dan terus dibaca hingga saat ini," tulis dewan pengurus.

Namun, lanjutnya, "kami juga sadar bahwa buku-buku itu membekaskan luka begitu mendalam bagi banyak pembacanya."

Lahir pada tahun 1867, Wilder dikenal melalui karya novel semi-autobiografi Little House on the Prairie - sebuah serial yang diterbitkan antara tahun 1932 dan 1943.

Novel ini juga di adaptasi menjadi serial televisi pada tahun 1974, yang terus berlanjut hingga tahun 1983, yang juga sempat sangat populer di Indonesia.

Keputusan untuk menghapuskan nama Wilder dari penghargaan sastra ini merupakan perkembangan terbaru dari serangkaian upaya untuk merevisi penghormatan-penghormatan terhadap para tokoh sejarah di AS yang berpandangan rasis.

Pemindahan monumen-monumen Konfederasi oleh berbagai pemerintah lokal di seluruh AS telah memicu reaksi berbagai kalangan di Amerika yang menganggapnya sebagai ancaman terhadap sejarah AS dan budaya bagian selatan AS.

Minoritas rasial, terutama kaum kulit hitam Amerika, menganggap kehadiran simbol Konfederasi dalam kehidupan publik merupakan hal yang ofensif.