Kesepakatan Kim-Trump: Kerja sama menuju 'hubungan yang baru'

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden AS, Donald Trump, menandatangani sebuah kesepakatan perdamaian dalam pertemuan pertama pemimpin kedua negara yang menjabat.

Liputan langsung

  1. Setelah pertemuan bersejarah

    Kim, Trump

    Sumber gambar, AFP

    Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un, yang pertama antara kedua pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara, sudah berlangsung di Singapura.

    Kedua pemimpin berjabat tangan -walau sebelumnya pernah saling melontarkan sebutan yang mengejek- dan mencapai kesepakatan dalam empat hal.

    Dalam konferensi persnya, Presiden Trump mengatakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara itu berlangsung 'jujur, terus terang, dan produktif'.

    Kesepakatan yang dicapai antara lain menyebutkan kedua negara akan bekerja sama ke arah 'hubungan baru' dan Amerika Serikat akan memberikan 'jaminan keamanan' kepada Korea Utara.

    Terkait senjata nuklir -yang menjadi isu utama- Kim menegaskan 'komitmen teguh dan kukuh untuk menuntaskan denuklirisasi Semenanjung Korea'.

    Para pengamat mengatakan dokumen yang ditandatangani tidak mengandung subtansi, khususnya tentang bagaimana denuklirisasi akan dicapai.

    Namun dalam konferensi pers usai pertemuan, Trump mengungkapkan beberapa hal yang tidak tercakup dalam naskah kesepakatan.

    Tentang denuklirisasi, Trump mengatakan Kim sudah setuju hal itu akan 'diverifikasi', yang merupakan tuntutan utama AS sebelum pertemuan.

    Presiden Trump mengatakan Kim juga sepakat untuk menghancurkan 'situs uji coba mesin rudal utama'.

    Namun dia menyatakan bahwa sanksi-sanksi 'saat ini tetap berjalan' dan menegaskan 'kita belum menyerahkan apa pun'.

    Pertemuan sudah berakhir, kesepakatan sudah ditandatangani, dan dunia kini menanti kelanjutannya setelah langkah pertama yang bersejarah ini terwujud, yang hingga pekan ketiga Mei lalu masih diragukan .

    Korea Utara

    Sumber gambar, Reuters

  2. 'Kekuasaan Kim selamanya', Disarikan oleh BBC Monitoring

    Kim Jong-un, Korea utara

    Sumber gambar, EPA

    Kelompok pembangkang Korea Utara yang berbasis di Seoul mengungkapkan kekecewaan karena pertemuan puncak AS-Korut tidak mencakup isu hak asasi manusia.

    Kim Yong-hwa, Ketua Kelompok Hak Pengungsi Pembangkang Korea Utara, mengatakan Presiden AS, Donald Trump, telah 'mengesahkan secara resmi kediktatoran Korea Utara', seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan, News1.

    Kelompok itu menambahkan bahwa masa kepemimpinan Presiden Trump dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akan berakhir dalam beberapa tahun mendatang namun pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un 'adalah selamanya'.

    Kim semata-mata membeli waktu untuk 'meneruskan kediktatorannya', tutur kelompok itu kepada News1.

  3. Beberapa perbincangan warga Indonesia tentang KTT Kim-Trump

    Hentikan X pesan, 1
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 1

    Hentikan X pesan, 2
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 2

    Hentikan X pesan, 3
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 3

  4. Bagaimana jika Kim tidak memegang kata-katanya?

    Kim, Trump, Korut, Amerika Serikat

    Sumber gambar, AFP

    Saat memberikan konferensi pers usai pertemuan bersejarah AS-Korut, seorang wartawan bertanya kepada Presiden Trump apakah dia siap jika Kim tidak menindaklanjuti janji-janjinya.

    Trump menjawab, "Tidak, saya kira dia tidak akan melakukannya. Saya benar-benar yakin itu... Saya berpikir sejujurnya, dia akan menepati janji. Saya mungkin salah. Saya mungkin berada dalam posisi Anda enam bulan lalu dan mengatakan 'hei, saya salah."

    Dia menambahkan sambil bercanda, "Saya tidak tahu jika saya akan mengakui hal tersebut namun nanti saya akan menemukan semacam alasannya," yang disambut tawa lepas para wartawan.

  5. 'Permainan perang' AS itu 'mahal'dan 'provokatif,' dan akan dihentikan

    Trump mengatakan akan menghentikan latihan perang rutin dengan Korea Selatan yang selama ini membangkitkan kemarahan Korea Utara.

    "Kami telah melakukan latihan-latihan (perang) sejak lama, bersama Korea Utara. Kami menyebutnya prmainan perang. Biayanya sangatlah mahal. Korea Selatan turut menyumbang namun 100%. Kami harus berbicara dengan berbagai negara tentang bagaimana memperlakukan kami secara adil. Permainan perang itu mahal sekali, kami membayar ongkosnya sebagian besar."

    Ia menambahkan bahwa, latihan-latihan itu "situasi yang sangat profokatif" buat Korea utara.

    "Kami merundingkan suatu kesepakatan yang sangat pelik. Menurut saya, merupakan hal yang tak patut jika kami tetap melakukan permainan perang,"

  6. Trump: "Cuma orang yang benci Trump yang akan..."

    Trump mengatakan, "Kami tak memberikan (komitmen) apa pun selain setuju untuk bertemu Kim Jong-un."

    "Hanya orang yang tidak suka Trump yang akan mengatakan bahwa kami sepakan membrikan komitmen penting," katanya.

    Betapa pun, sejumlah pakar menganggap KTT ini merupakan kemenangan propaganda Korea Utara.

  7. Jumpa pers yang 'sureal'

    Hentikan X pesan
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan

  8. Trump: HAM juga dibicarakan

    Ditanya wartawan tentang apakah Hak Asasi Manusia (HAM) dibicarakan, Trump menjawab, HAM dibicarakan 'relatif singkat.'

    Sebelumnya, saat penandatanganan, seorang wartawan bertanya apakah ada pembicaraan tentang Otto Warmbier, mahasiswa AS yang ditangkap di Korea Utara, dan dikirim pulang ke AS dalam keadaan koma, lalu meninggal beberapa waktu kemudian. Trump tidak menjawab saat itu.

    Dalam jumpa pers ini, Trump mengatakan, tanpa Otto Warmbier, (peristiwa ini) 'tidak akan terjadi.'

    Berikut adalah artikel tentang HAM dan hal-hal yang luput dari perhatian KTT Kim-Trump ini.

  9. Trump tentang Kim: Ia berkuasa sejak masih belia

    Menjawab pertanyaan waratwan BBC tentang Kim yang punya reputasi 'membunuh' rakyatnya sendiri, Donald Trump mengatakan, Kim adalah seorang 'yang berbakat,' yang 'mulai berkuasa sejak usia yang sangat belia. ia menyebutkan pula bahwa ia 'memerintah negaranya dengan keras.'

  10. Jumpa pers Trump: Diskusi berlangsung jujur, blak-blakan dan produktif

    Trump

    Sumber gambar, Reuters

    Presiden Donald Trump memberkan jumpa pers tentang KTT yang baru saja dilakukannya bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

    Ia membuka jumpa pers dengan menyatakan bahwa KTT berlangsung dengan sangat berhasil. dan mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak.

    Menurutnya, pembicaraan berlangsung jujur, blak-blakan dan efektif.

  11. Apa yang sudah terjadi sejauh ini

    Inilah yang baru saja terjadi dalam KTT Kim - Trump sejauh ini.

    Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un baru saja menandatangani dokumen dengan empat poin kunci.

    Trump mengatakan dokumen itu "sangat penting" dan "komprehensif" dan bahwa dia dan "Ketua Kim" sama-sama "merasa sangat terhormat" untuk menandatanganinya.

    Kim mengatakan mereka menjalani "suatu pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk meninggalkan (konflik dan ketegangan) masa lalu".

    Dia mengucapkan terima kasih kepada Trump "karena memungkinkan terjadinya pertemuan ini".

    Kim Trump

    Sumber gambar, Getty Images

    Setelah penandatanganan dokumen yang digambarkan sebagai “komprehensif,” Trump menyebut kedua belah pihak sangat bangga dengan apa yang terjadi hari ini.

    “Kami berdua ingin melakukan sesuatu, kami berdua akan melakukan sesuatu," tambahnya.

    Wartawan BBC Laura Bicker menyebut ada empat poin kunci dari deklarasi yang ditandatangani Trump-Kim:

    • Amerika Serikat dan DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea: Korea Utara) berkomitmen untuk membangun hubungan baru antara AS-DPRK sesuai dengan keinginan rakyat kedua negara untuk perdamaian dan kemakmuran.
    • Amerika Serikat dan DPRK akan bergabung dengan upaya mereka untuk membangun rezim perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea.
    • Menegaskan kembali Deklarasi Panmunjom 27 April 2018, DPRK berkomitmen untuk bekerja menuju denuklirisasi menyeluruh di semenanjung Korea.
    • Amerika Serikat dan DPRK berkomitmen untuk memulihkan serta segera memulangkan tahanan perang yang sudah diidentifikasi
  12. 'Komprehensif' adalah kata yang muluk

    Pengamat Korea Utara Profesor Robert Kelly yang mengajar ilmu politik di Universitas Busan, Korea Selatan mengatakan kepada BBC, telah muncul spekulasi dari media Korea Selatan bahwa dokumen yang ditandatangani kedua pemimpin adalah perjanjian perdamaian. Namun jika demikian, pasti harus melibatkan Korea Selatan, kata Kelly.

    Kenyataan bahwa Donald Trum mengatakan dkumen itu merupakan kesepakatan ‘komprehensif’ menunjukkan bahwa dokumen itu bisa saja tidak hanya soal denuklirisasi Korea Utara, tapi mencakup masalah lain seperti hak asasi manusia, pencabutan sanksi dan bantuan ekonomi.

    “Komprehensif adalah kata yang muluk,” kata Prof Kelly kepada BBC.

  13. Pujian dari Cina

    Beijing memuji hasil pertemuan KTT antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menyebutnya bersejarah.

    Fakta bahwa kedua pemimpin "dapat duduk bersama dan memiliki pembicaraan setara memiliki arti yang penting dan positif, dan menciptakan sejarah baru," kata Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

    Dia juga menegaskan kembali seruan Beijing terkait "denuklirisasi penuh" untuk menyelesaikan ketegangan di semenanjung Korea.

  14. Konvoy Trump menuju hotel

    Iring-iringan kendaraaan yang membawa rombongan Presiden Trump meninggalkan Pulau Sentosa - tempat berlangsungnya KTT. MMereka tampak sedang menyeberangi jalur yang menghubungkan pulau kecil itu dengan daratan utama Singapura. Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia akan memberikan jumpa pers beberapa jam lagi. Sementara Kim Jong-un dijadwalkan segera meninggalkan negeri itu.

    Kim Trump

    Sumber gambar, Reuters

  15. Trump dan Kim meninggalkan Pulau Santosa

    Ini sungguh pertemuan sangat cepat -dan ringkas: Lima jam lewat sedikit setelah dimulainya pertemuan, kedua pemimpin, Kim Jong-un dan Donald Trump, meninggalkan Pulau Santosa.

  16. Bagaimana KTT Trmp-Kim sampai ke Korea Utara?

    Perhatian dunia begitu terpusat ke Singapura, ke arah pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat dan pemimpin Korea Utara. Siapa nyana, suasana di kalangan rakyat Korea Utara ternyata adem-ayem: nyaris tak ada pemberitaannya di media sana. Seperti dilaporkan BBC Monitoring.

    Hentikan X pesan, 1
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 1

    Hentikan X pesan, 2
    Izinkan konten X?

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

    Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

    Lompati X pesan, 2

  17. Trump: 'Hubungan dengan Korut akan berbeda sama sekali'

    "Terima kasih, sangat menakjubkan," kata Trump.

    "Kami sangat bangga atas apa yang terjadi hari ini. Hubungan kami dengan Koea Utara dan semenanjung Koea Utara akan berbeda sama sekali dibanding di masa lalu."

    Trump

    Menanggapi pertanyaan tentang apakah mereka mencapai kesepakatan tentang denuklirisasi - yang mendasari seluruh interaksi mereka – Presiden Donald Trump mengatakan, mereka akan "memulai proses ini dengan sangat cepat"

  18. Kim Jong-un: 'Kami akan beranjak dari masa lalu dan dunia akan saksikan perubahan besar'

    Melalui penerjemahnya, Kim Jong-un mengatakan: "Kami memutuskan untuk meninggalkan masa lalu di belakang".

    Dan "dunia akan menyaksikan sebuah perubahan besar," tambahnya.

    kIM TRUMP

    Sumber gambar, bbc

  19. Trump-Kim tandatangani kesepakatan: 'Dunia akan saksikan perubahan besar'

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah kesepakatan perdamaian, memuncaki KTT yang berlangsung sejak pukul 09:00 (08:00 WIB).

    "Ini merupakan sebuah dokumen yang komprehensif, yang akan disambut hangat kedua belah pihak," kata Trump ketika wartawan menanyakan isinya.

    kim trump

    Sumber gambar, bbc

    "Kami sepakat untuk meninggalkan (konfik dan ketegangan) masa lalu," kata Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, melalui penerjemah.

    "Semua pembicaraan berlangsung jauh lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang. Kami senang dengan kesepakatan ini," tambah Presiden Donald Trump.

    Namun belum jelas, apa isi dokumen kesepakatan yang baru ditandatangani itu.

  20. Di mana rombongan Korea Utara menginap?

    Delegasi Korea Utara menginap di hotel bintang lima St Regis dengan lobby berlantai marmer warna krem, dihiasi karya seni berukuran besar di dinding, lapor kantor berita Reuters.

    Makan pagi prasmanan di hotel tersebut seharga Sing$47 atau hampir Rp500.000. Jumlah itu sama dengan penghasilan sebulan kebanyakan warga Korea Utara. Staf media Korea Utara menyantap dimsum Cina, kue kecil dan telur goreng.

    Makanan seperti ini nyaris tidak pernah didengar sebagian besar warga Korea Utara, bahkan di antara para pejabat pemerintah, lapor kantor berita Reuters.

    st regis

    Dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat semakin kecil berkemungkinan melakukan perjalanan ke luar negeri dengan meningkatnya pengasingan terhadap negara itu lewat sanksi akibat program nuklir dan peluru kendalinya.

    Delegasi Korea Utara tinggal di tiga lantai teratas hotel St Regis, lapor Reuters. Lantai teratas adalah suites dengan harga sewa semalam lebih Sing$5.000 atau lebih Rp50 juta, dan Presidential Suite seharga Sing$9.000 atau lebih dari Rp90 juta per malam.

    Suite Presiden ini memiliki ruang makan, ruang duduk, ruang tidur dan teras, tempat berolahraga, ruang uap, pelayan dan dapur. Masih belum bisa dipastikan apakah Kim Jong-un menginap di Presidential Suite.