Pengungsi Afghanistan di Indonesia: 'Parkur membuat saya lebih hidup'

Keterangan video, Pengungsi Afghanistan di Indonesia: 'Parkur membuat saya lebih tenang'

Pada usia 15 tahun, Habib Hasani meninggalkan Afghanistan seorang diri. Dia kini tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kesendiriannya, Habib mulai berbaur dengan pegiat parkur lokal. Dia mulai berlatih secara rutin bersama mereka setiap minggu.

Bagi Habib, parkur adalah terapi penghilang stres karena memikirkan nasibnya yang tidak jelas sebagai pengungsi.

"Saya seperti tidak punya masa depan karena saya tidak memiliki hak sebagai warga negara Indonesia," jelas Habib, yang kini berusia 21 tahun dan belum mendapat kepastian tentang permohonan suaka dari negara tujuan.

Parkur membuatnya 'lebih hidup' dan dihargai sebagai manusia seutuhnya oleh rekan-rekan para pegiat parkur lokal.

"Habib bagi kami layaknya teman. Dia juga berusaha belajar Bahasa Indonesia agar komunikasi kami lebih lancar," kata seorang pegiat parkur di Kota Makassar, Husnul Mubarak.

Simak juga:

Video Habib dan rekan-rekannya didokumentasikan oleh pembuat film dokumenter yang juga pengungsi asal Afghanistan, Ali Reza.

Dia meninggalkan negaranya pada 2014 untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Video tentang kegiatan para pengungsi asal Afghanistan yang ia buat banyak ditonton orang dan diapresiasi.

Hal itu yang membuat Ali terus membuat dokumenter para pengungsi, yang baginya sekaligus sedikit mengobati kegundahannya menghadapi masa depan yang tak tentu.

Ribuan pengungsi asal Afghanistan saat ini masih berada di Indonesia dan menanti permohonan suaka mereka dikabulkan. Sebagian sudah hidup belasan tahun di Indonesia tanpa kejelasan.

Indonesia belum menandatangani Konvensi PBB Tahun 1951 tentang Status Pengungsi atau Protokol 1967, sehingga hanya menjadi tempat singgah bagi para pengungsi.

Video produksi:

Kameraman: Darul Amri

Video Editor: Silvano Hajid