Polemik pengungsi Afghanistan di Indonesia: Hidup tanpa kepastian hingga memilih bunuh diri
Ribuan pengungsi Afghanistan terjebak tanpa kepastian di Indonesia. Mereka menunggu nyaris hingga 10 tahun tanpa bisa bepergian, belajar ataupun bekerja. Rasa frustrasi bahkan mendorong sebagian pengungsi bunuh diri.
Itu yang terjadi pada Ali Joya. Dia memilih mengungsi dari Afghanistan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarganya. Namun dia terkatung-katung selama bertahun-tahun di Indonesia.
Tidak bisa bepergian, sekolah ataupun bekerja. Ali frustrasi dan memilih bunuh diri.
Simak juga:
"Dia selalu bercita-cita menetap di luar negeri agar bisa membiayai ibunya. Dia ingin membangun masa depan yang lebih baik," ujar Mujtaba Qalandari, teman dekat Ali, sesama pengungsi.
Bukan hanya Ali yang memilih mengakhiri hidup. Kasus bunuh diri di kalangan pengungsi di Indonesia terus meningkat. Setidaknya terdapat 13 kasus bunuh diri selama beberapa tahun terakhir, menurut data Badan Pengungsi PBB, UNHCR.
Saat ini terdapat sekitar 8.000 pengungsi Afghanistan di Indonesia. Sebagian besar di antaranya telah menunggu bertahun-tahun untuk ditempatkan di negara suaka.
Video produksi:
Reporter : Silvano Hajid
VJ: Anindita Pradana
Produser: Kawoon Khamoosh