Pemimpin Protestan Austria kecam slogan kampanye capres yang gunakan nama Tuhan

Norbert Hofer

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Partai Kebebasan yang menaungi Norbert Hofer mengatakan bahwa slogan kampanye tersebut datang dari dalam hati.

Para pemimpin Kristen di Austria mengkritik calon presiden sayap kanan yang menyebut nama Tuhan dalam slogan kampanye politiknya.

Semboyan baru Norbert Hofer ini diterjemahkan sebagai "Tuhan, tolonglah saya" yang partainya mengatakan mencerminkan "suatu pelabuhan yang kuat dalam nilai-nilai Kristen dan Barat".

Tapi para pemimpin dari gereja-gereja Protestan mengatakan Tuhan adalah pembela yang lemah, "yang saat ini termasuk para pengungsi".

Partai Kebebasan tempat Hofer bernaung sendiri berkampanye melawan soal pengungsi.

Para pemimpin Kristen - yang tidak termasuk Gereja Katolik yang dominan di negara itu - juga mengatakan bahwa Tuhan bukan hanya untuk orang-orang Barat, tapi universal.

  • <link type="page"><caption> Austria ubah lirik lagu kebangsaan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/07/110715_austriaanthem" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penembak polisi Austria diperkirakan tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/09/130918_austria_pemburu_gelap" platform="highweb"/></link>

Kepentingan Politik

"Tuhan tidak dapat dimanipulasi untuk tujuan pribadi atau tujuan politik," kata Uskup Michael Buenker dalam pernyataan bersama (dalam bahasa Jerman) dengan para pemimpin Protestan lainnya.

"Kami menganggap bahwa menyebutkan Tuhan untuk kepentingan politik sendiri dan menggunakanNya dengan mengacu pada Kristen Barat secara tidak langsung menyerang agama dan budaya lainnya, itu sama dengan menyalahgunakan nama Tuhan dan agama pada umumnya.

"Kami menolak penggunaan nama Tuhan untuk kampanye politik."

Menanggapi hal itu, Hofer lalu mencuitkan lirik lagu kebangsaan Austria (di Jerman) dalam twitternya, yang menyebut Tuhan, dan gambar dari uang kertas dolar AS yang bertuliskan slogan "In God we trust" serta sebuah gambar dari sampul buku tentang Kanselir Jerman Angela Merkel, yang berjudul So wahr mir Gott helfe.

Merkel menggunakan ungkapan opsional dalam upacara pelantikannya. Slogan ini sama persis dengan yang Hofer gunakan, dan diterjemahkan menjadi "Tuhan, tolonglah saya".

Norbart Hofer

Sumber gambar, FACEBOOK NORBERT HOFER

Keterangan gambar, Semboyan kampanye Hofer ini diterjemahkan sebagai "Tuhan, tolonglah saya."

Hofer tengah bertarung menghadapi Alexander van der Bellen, kandidat independen yang didukung Partai Hijau dalam pemilihan presiden ulangan yang diselenggarkaan karena penyimpangan prosedural.

Jika ia menang dalam pemilu, ia akan menjadi presiden pertama dari partai sayap kanan di negara di Eropa sejak Uni Eropa didirikan.

Pada bulan Mei, ia kalah oleh van der Bellen yang menang dengan keunggulan 31.000 suara, tetapi klaim Partai Kebebasan penyimpangan prosedural ditegakkan di pengadilan dan pemilu akan kembali menjalankan pada bulan Desember.

Pemilihan ulang ini harus ditunda setelah pemilu sebelumnya di bulan Oktober dibatasi karena amplop suara pos tidak merekat dengan baik.

Partai Kebebasan mengatakan slogan Hofer itu langsung datang dari hatinya.

Pejabat partai Herbert Kickl mengatakan kalimat itu "tidak menyalah-gunakan konsep Tuhan" dan bahwa menyebutkan Tuhan "benar-benar berakar dalam tradisi dan budaya".

Slogan kampanye Hofer lainnya seperti "Norbert Hofer: untuk Austria dengan hati dan jiwa".

Hofer dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Roma tetapi kemudian menganut Protestan. Istri dan anak-anak sendiri masih beragama Katolik.