Wakil Mendagri Bolivia diculik dan dibunuh para penambang

Sumber gambar, KEMENTERIAN DALAM NEGERI BOLIVIA
Wakil menteri dalam negeri Bolivia diculik dan dibunuh para penambang yang sedang mogok kerja.
Rodolfo Illanes dan pengawalnya ditangkap pada Kamis (25/08) di jalan yang diblokade di Panduro, bagian selatan La Paz, kata seorang pejabat pemerintah.
Menteri Dalam Negeri Carlos Romero mengatakan berdasarkan ‘seluruh indikasi yang ditemukan' Illanes telah dibunuh dalam sebuah serangan ‘yang brutal oleh pengecut’.
Dalam bentrok dengan polisi, dua orang penambang tewas.
- <link type="page"><caption> Bolivia buka sekolah militer anti imperialisme</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160818_dunia_bolivia_sekolah_anti_imperialisme" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Polisi Bolivia bentrok dengan penyandang disabilitas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160525_dunia_bolivia_bentrokan_disabilitas" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden Bolivia usir USAID</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130501_bolivia_usir_usaid" platform="highweb"/></link>
Illanes dipukuli hingga tewas sekitar pukul 18:00 waktu setempat, harian La Razon mengutip Menteri Pertahanan Reymi Ferreira.
Pihak berwajib saat ini tidak dapat mendapatkan jasadnya kembali, kata Menteri Pertahanan. Telah dilakukan lebih dari 100 penangkapan, katanya.

Sumber gambar, AP

Sumber gambar, AP

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, AP

Sumber gambar, REUTERS
Presiden Evo Morales ‘sangat terpengaruh’ dengan kematian Illanes, Menteri Ferreira menambahkan.
Ketika dia masih ditahan, Illanes berkata ke radio Bolivia jika syarat pembebasannya adalah pemerintah bernegosiasi dengan para penambang atas peraturan baru.
Para penambang telah memblokade sebuah jalan raya di Panduro sejak Selasa (23/08).
Federasi Nasional Koperasi Pertambangan Bolivia, yang tadinya mendukung Presiden Morales, memulai apa yang mereka katakana dapat menjadi demo tak terbatas setelah negosiasi gagal.
Para pendemo telah meminta lebih banyak konsesi tambang, hak untuk bekerja di perusahaan swasta dan perwakilan serikat buruh yang lebih besar.









