Evo Morales dipastikan gagal jadi presiden Bolivia empat kali

Sumber gambar, Getty
Seperti telah diduga sebelumnya, Evo Morales gagal menjadi presiden untuk kali keempat setelah rakyat Bolivia menolak amandemen konstitusi mengenai perpanjangan masa jabatan presiden.
Penolakan itu tecermin pada hasil referendum yang diumumkan Komisi Pemilihan. Sebanyak 51,5% pemilih menolak amandemen konstitusi yang memungkinkan Morales memperpanjang masa jabatannya.
Jika mayoritas pemilih sepakat, <link type="page"><caption> Morales</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150519_dunia_bolivia_roti" platform="highweb"/></link> bisa ikut berkampanye pada pemilihan presiden 2019 mendatang dan berpotensi mempertahankan jabatannya sampai 2025.
Pemimpin oposisi Bolivia, Samuel Doria Medina, mendesak Morales mengakui hasil referendum dan fokus menangani permasalahan di Bolivia pada sisa masa jabatannya ketimbang berupaya memperpanjang masa kekuasaan.

Sumber gambar, EPA
Morales adalah <link type="page"><caption> figur yang populer di Bolivia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/11/131121_bisnis_bolovia_bonus" platform="highweb"/></link> dan dipandang berjasa dalam menguatkan perekonomian negara tersebut selama satu dasawarsa terakhir.
Namun, menurut sejumlah analis, banyak warga Bolivia—terutama yang bermukim di perkotaan—menilai Morales seharusnya tidak diperbolehkan berkuasa selama 19 tahun secara berturut-turut.
Popularitas Morales akhir-akhir ini merosot karena tuduhan bahwa dia menggunakan pengaruhnya agar sebuah perusahaan konstruksi asal Cina mendapat proyek senilai US$500 juta di Bolivia.
Pengaruh Morales juga dituding membuat mantan kekasihnya, Gabriela Zapata, bisa menempati posisi strategis pada perusahaan tersebut.
Morales menepis tudingan itu dan memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki bagaimana perusahaan itu bisa memenangkan proyek-proyek.

Sumber gambar, AFP
Morales, yang berasal dari suku Aymara dan mantan petani daun koka, menjadi presiden pada Januari 2006. Namun, karena sempat mengalami perpanjangan masa jabatan, kekuasaan Morales baru berakhir pada 2020.
“Dengan jejak rekam yang saya buat, saya bisa pergi dengan bahagia dan pulang ke rumah dengan merasa puas. Saya ingin menjadi pelatih olah raga,” kata Morales kepada surat kabar Spanyol, El Pais.
Beberapa hari lalu, <link type="page"><caption> hasil exit poll mengisyaratkan Evo Morales kalah tipis dalam referendum</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160222_dunia_morales_bolivia_gagal" platform="highweb"/></link>. Sebuah penghitungan menunjukkan, 52,3% pemilih menentang amandemen konstitusi yang hendak memperpanjang masa jabatan presiden.

Sumber gambar, AP
Jejak rekam Evo Morales
- Pertama kali terpilih sebagai presiden pada pilpres 2005, Evo Morales menasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak dan gas sekaligus meningkatkan anggaran belanja di sektor pelayanan sosial. Lewat referendum pada Agustus 2008, dia memperpanjang masa jabatan.
- Kembali terpilih pada 2009. Pada masa jabatannya yang kedua, Morales terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan populis.
- Morales terpilih untuk ketiga kalinya pada 2014. Meski konstitusi 2009 membatasi masa jabatan presiden menjadi dua kali secara beruntun, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa masa jabatannya yang pertama tidak dihitung karena tidak dicakup dalam konstitusi baru.









