Pencarian korban selamat gempa Jepang dilanjutkan

Sumber gambar, AFP
Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap para korban yang terperangkap di bawah reruntuhan, sesudah <link type="page"><caption> gempa menghantam selatan Jepang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160414_galeri_gempa_jepang" platform="highweb"/></link> hari Kamis (14/04).
Setidaknya sembilan orang meninggal dan 860 luka-luka akibat gempa 6,2 skala magnitude di kota Kumamoto, Pulau Kyushu.
Intensitas gempa ini serupa dengan yang terjadi pada tahun 2011 yang memicu terhadinya tsunami yang menghantam reaktor nuklir di Fukushima.
- <link type="page"><caption> Gempa di Jepang, pencarian diadakan semalam suntuk</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160414_dunia_jepang_gempa.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ketika gempa mengguncang Jepang selatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160414_galeri_gempa_jepang" platform="highweb"/></link>
Kebanyakan korban tewas berada di kota Mashiki, dekat Kumamoto karena runtuhnya sebuah gedung apartemen dan rusaknya rumah-rumah di sana.
Sebanyak 40.000 orang sempat meninggalkan rumah mereka, termasuk mereka yang harus tidur di luar rumah mereka yang dekat dengan pusat gempa.

Sumber gambar, AFP
Hingga Jumat sore (15/04) waktu setempat, sebanyak 130 gempa susulan terjadi.
Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan menyusul gempa ini, dan dua reaktor nuklir di Sendai, yang berada di sebelah selatan pusat gempa, beroperasi secara normal.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pemerintah mengerahkan ribuan polisi, anggota pemadam kebakaran dan tentara untuk operasi penyelamatan.
Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer dan diikuti oleh gempa susulan dengan besar 5,7 skala magnitude, 40 menit kemudian.









