Penembakan di Colorado, tiga orang tewas dan tersangka ditahan

Seorang pria yang disebut sebagai pelaku penembakan telah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang pria yang disebut sebagai pelaku penembakan telah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Kejaksaan Agung AS di negara bagian Colorado mengumumkan tiga orang tewas dalam insiden saling tembak antara kepolisian dan seorang pria bersenjata di sebuah klinik KB di kota Colorado Springs, Amerika Serikat.

Dua orang yang tewas adalah warga sipil, sementara satu orang lainnya merupakan anggota kepolisian, kata Wali kota Colorado Springs.

Wali kota Colorado Springs, John Suthers mengatakan seorang pria yang diketahui sebagai pelaku telah ditangkap oleh kepolisian setempat.

Dalam perkembangan terakhir, situasi keamanan di sekitar klinik Planned Parenthood tersebut dilaporkan telah berlangsung pulih.

Sementara, sebelas orang warga, diantaranya lima orang anggota kepolisian dilaporkan terluka dan telah dilarikan ke rumah sakit akibat insiden yang terjadi pada Jumat (27/11) waktu setempat.

Polisi masih menyelidiki latar belakang dan motif pelaku penembakan di dalam klinik tersebut. Sejumlah orang sebelumnya dilaporkan terjebak di dalam klinik tersebut.

Mendengar "20 bunyi tembakan"

Saat insiden berlangsung, semua jalan di sekitar klinik ditutup, kata aparat kepolisian. Polisi kemudian mengepung klinik itu sebelum terjadi aksi saling tembak.

Saat insiden berlangsung, semua jalan di sekitar klinik ditutup, kata aparat kepolisian. Polisi kemudian mengepung klinik itu sebelum terjadi aksi saling tembak.
Keterangan gambar, Saat insiden berlangsung, semua jalan di sekitar klinik ditutup, kata aparat kepolisian. Polisi kemudian mengepung klinik itu sebelum terjadi aksi saling tembak.

Seorang saksi mata, Denise Speller, pemilik sebuah salon di dekat lokasi kejadian mengatakan, dia mendengar sekitar 20 bunyi tembakan dalam sekitar 20 menit.

Dia mengatakan kepada wartawan media lokal bahwa dia melihat salah-seorang polisi jatuh tersungkur dan berupaya ditolong oleh rekannya.

Dalam keterangan resminya, pemilik klinik KB tersebut menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan bahwa kliniknya menjadi target penembakan.

Planned Parenthood yang mengelola klinik itu merupakan organisasi nirlaba yang memiliki 700 klinik di seluruh AS, dan beberapa diantaranya menyediakan layanan aborsi.

Organisasi ini telah sering kali menghadapi protes dari orang-orang atau kelompok yang menentang aborsi.