Penembakan di kampus, Obama minta UU Senjata diperketat

Penembakan terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, sebuah daerah pedesaan sekitar 280 kilometer sebelah selatan ibu kota Negara Bagian Oregon, Portland.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penembakan terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, sebuah daerah pedesaan sekitar 280 kilometer sebelah selatan ibu kota Negara Bagian Oregon, Portland.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Kongres AS bekerja sama untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api dalam Undang-Undang Senjata sesaat setelah insiden penembakan di <link type="page"><caption> sebuah kampus di Negara Bagian Oregon</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151001_dunia_as_penembakan" platform="highweb"/></link> yang menewaskan sedikitnya 10 orang.

“Kejadian ini sepertinya menjadi hal yang rutin. Kita menjadi mati rasa dengan kondisi ini. Kita sebenarnya bisa melakukan sesuatu, namun kita harus mengubah undang-undang. Namun ini bukan sesuatu yang saya bisa lakukan sendirian. Saya harus bersama Kongres, parlemen negara bagian, dan semua gubernur yang ingin bekerja sama,” kata Obama.

Lebih jauh, Obama mengatakan bahwa seharusnya tidak mudah bagi seseorang yang ingin melukai sesama untuk mendapatkan senjata.

“Doa tidak cukup. Ini adalah pilihan politik yang harus kita buat,” ujarnya.

Penembakan di sekolah berulang kali terjadi di Amerika Serikat. Insiden penembakan di SD Sandy Hook pada 2012 adalah contohnya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penembakan di sekolah berulang kali terjadi di Amerika Serikat. Insiden penembakan di SD Sandy Hook pada 2012 adalah contohnya.

Dalam <link type="page"><caption> wawancara eksklusif dengan BBC, Juli 2015 lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150724_dunia_obama_guncontrol" platform="highweb"/></link>, Obama mengaku kegagalannya meloloskan “undang-undang keamanan senjata yang masuk akal” adalah kefrustrasian terbesar selama masa jabatannya.

“Bila Anda melihat warga Amerika yang terbunuh oleh terorisme sejak 9/11, jumlahnya kurang dari 100. Bila aAda melihat mereka yang terbunuh karena kekerasan bersenjata, jumlahnya puluhan ribu,” kata Obama.

“Bagi kami, ketidak mampuan mengatasi isu itu meresahkan,” tambahnya.

Obama telah mendorong pengendalian senjata yang lebih ketat semasa kepresidenannya namun belum mampu memastikan perubahan signifikan pada hukum.

Motif pelaku

Insiden penembakan terjadi di Umpqua Community College di Roseburg, sebuah daerah pedesaan sekitar 280 kilometer sebelah selatan ibu kota Negara Bagian Oregon, Portland.

Pihak berwenang pertama kali dipanggil ke tempat kejadian pada pukul 10.30 pagi waktu setempat, Kamis (1/10).

Jumlah korban sejauh ini masih simpang siur. Menurut Jaksa Oregon, Ellen Rosenblum, jumlah korban tewas mencapai 13 orang dan sedikitnya 20 orang luka-luka.

Tersangka pelaku yang disebut berusia 25 tahun turut tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan. Motifnya belum diketahui.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tersangka pelaku yang disebut berusia 25 tahun turut tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan. Motifnya belum diketahui.

Namun, Sheriff John Hanlin mengatakan sedikitnya 10 orang meninggal dunia.

Adapun <link type="page"><caption> tersangka pelaku yang disebut berusia 25 tahun turut tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151001_dunia_oregon_penembak" platform="highweb"/></link> setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan. Motifnya belum diketahui.

Seorang mahasiswi bernama Cassandra Welding mengaku berada di salah satu ruang kelas ketika penembakan terjadi.

“Saya mungkin mendengar 35 sampai 40 tembakan,” ujar Welding kepada media AS, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Dia melihat salah seorang mahasiswa ditembak ketika membuka pintu kelas untuk melihat apa yang terjadi.

“Lalu kamu mengunci pintu, mematikan lampu..Kami semua dalam keadaan panik. Kami menelepon layanan darurat 911 dan orang tua kami untuk mengucapkan ‘saya cinta kamu’ seandainya itu adalah kata-kata kami terakhir karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata Welding.

Penembakan di sekolah dan kampus berulang kali terjadi di AS. Salah satu insiden ialah pada 2012 manakala seorang pria berusia 20 tahun, Adam Lanza, melepaskan tembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Negara Bagian Connecticut.

Sebanyak 20 siswa dan enam orang dewasa meninggal dunia akibat ulah Lanza.