Mantan PM Irak menolak tanggung jawab jatuhnya Mosul

Sumber gambar, AFP getty
Mantan Perdana Menteri Irak, Nouri al Maliki, menyerang balik tuduhan bahwa dirinya penyebab dikuasainya Mosul oleh milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS tahun lalu.
Maliki menolak kebenaran temuan panel parlemen yang mendesaknya dan sejumlah pejabat tinggi lainnya untuk diajukan ke pengadilan.
Dia menganggap kejatuhan Mosul disebabkan persekongkolan yang direncanakan Turki.
Reformasi menyeluruh pengganti Maliki, Haider al-Abadi, saat ini sedang diterapkan untuk mengatasi korupsi dan ketidakmampuan pemerintah.
Berdasarkan reformasi ini, posisi wakil presiden yang dipegang Maliki akan dihapuskan.
Perdana Menteri Irak, Haider <link type="page"><caption> al-Abadi, mengungkapkan kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi biaya pemerintah </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150809_dunia_irak_korupsi" platform="highweb"/></link>dan mengatasi korupsi setelah terjadinya unjuk rasa di negaranya.
Dia mengatakan penunjukkan pejabat senior politik seharusnya tidak berdasarkan kuota sektarian atau politik.
Sebagian besar usulan reformasinya memerlukan persetujuan parlemen.
Langkah ini diambil setelah terjadinya unjuk rasa anti-pemerintah baru-baru ini yang dipicu ketidakpastian pasokan listrik di tengah-tengah gelombang panas di negara itu.










