Harapan menemukan korban selamat di Laut Mediterania memudar

Menurut Komandan Filippo Marini dari Penjaga Pantai Italia yang menanyai beberapa korban selamat, ada sekitar 400 hingga 600 orang di dalam perahu.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Menurut Komandan Filippo Marini dari Penjaga Pantai Italia yang menanyai beberapa korban selamat, ada sekitar 400 hingga 600 orang di dalam perahu.

Harapan untuk menemukan korban selamat dari <link type="page"><caption> perahu terbalik yang mengangkut sekitar 600 migran asal Afrika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150805_dunia_pengungsi_libia" platform="highweb"/></link> di Laut Mediterania semakin memudar, kata regu penyelamat.

Penjaga Pantai Italia mengaku telah menemukan 25 jenazah, namun pencarian sejauh ini belum menemukan tambahan jasad.

Padahal, menurut Komandan Filippo Marini dari Penjaga Pantai Italia yang menanyai beberapa korban selamat, ada sekitar 400 hingga 600 orang di dalam perahu.

Perahu tersebut sejatinya sempat mengirim sinyal darurat tatkala diterpa cuaca buruk sekitar 25 kilometer lepas pantai Libia. Sinyal itu kemudian ditangkap kapal angkatan laut Irlandia, LE Niamh.

Namun, saat LE Niamh mengirim perahu sekoci, para migran bergerak ke salah satu sisi perahu mereka sehingga oleng dan terbalik.

Lembaga Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan salah satu kapal mereka, Dignity I, merupakan salah satu kapal yang tiba di lokasi.

Sumber gambar, msf

Keterangan gambar, Lembaga Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan salah satu kapal mereka, Dignity I, merupakan salah satu kapal yang tiba di lokasi.
Pada 2015 saja, terdapat lebih dari 2.000 migran yang meninggal saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pada 2015 saja, terdapat lebih dari 2.000 migran yang meninggal saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.

“Mereka yang berada di dek berlompatan, beberapa tenggelam, dan lainnya diselamatkan. Saya pikir kecil kemungkinan ada korban selamat lain yang bisa ditemukan,” kata Martin Xuereb dari Stasiun Bantuan Migran di Malta.

Lembaga Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan salah satu kapal mereka, Dignity I, merupakan salah satu kapal yang tiba di lokasi. Dua kapal lainnya tiba belakangan pada hari itu.

Secara keseluruhan, ada sebanyak tujuh kapal dan helikopter yang membantu upaya pencarian dan penyelamatan migran.

“Itu merupakan pemandangan yang mengerikan. Orang-orang berpegangan pada sabuk pengaman, bagian perahu dan apapun yang mereka temukan untuk menyelamatkan hidup,” kata Juan Matias, coordinator proyek MSF di kapal Dignity I.

Laut Mediterania menjadi tempat yang mematikan bagi kaum migran asal Afrika. Pada 2015 saja, terdapat lebih dari 2.000 migran yang meninggal saat mencoba menyeberangi laut tersebut menuju Eropa.