Tanpa dana tambahan, bantuan PBB ke Irak terancam

Pengungsi Irak

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Jutaan pengungsi terancam tidak mendapat makanan, air bresih, dan penampungan.

PBB memperingatkan kemungkinan untuk menghentikan atau mengurangi lebih dari setengah operasi bantuan daruratnya kepada para korban konflik di Irak.

Badan dunia itu menyerukan dana hampir US$500 juta atau sekitar Rp6,6 triliun untuk menutupi kebutuhan 5,6 juta warga Irak selama enam bulan mendatang.

Sebanyak tiga juta warga Irak harus meninggalkan rumahnya sejak kelompok militan negara Islam atau <link type="page"><caption> ISIS menguasai sejumlah wilayah di Irak sejak tahun lalu, yang menurut PBB telah menyebabkan krisis kemanusiaan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140814_irak_krisis" platform="highweb"/></link>

<link type="page"><caption> Namun para pengungsi tersebut berada di tempat yang terpisah-pisah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150520_dunia_irak_isis" platform="highweb"/></link> sehingga menyulitkan penyaluran bantuan.

Pengungsi di Irak

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, PBB mengatakan lebih dari delapan juta warga Irak membutuhkan bantuan mendesak.

"Lebih dari 50% operasi akan ditutup atau dikurangi juga dana tidak diterima segera," jelas Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Irak, Lise Grande.

Dia menambahkan konsekuensi dari pengurangan operasi -apalagi penghentian- akan amat besar karena jutaan orang terancam tidak mendapat makanan, air bresih, dan penampungan.

Dalam laporan terbarunya, PBB menggambarkan kondisi kemanusiaan di Irak 'mengejutkan' dengan lebih dari delapan juta orang membutuhkan bantuan mendesak dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 9,9 juta pada akhir 2015.

Krisis yang diakibatkan Negara Islam, menurut laporan itu, merupakan salah satu yang paling brutal di dunia dengan para penduduk menjadi sasaran eksekusi massal, pemerkosaan dan penyiksaan secara sistematis.