Ledakan di Sanaa menewaskan sedikitnya 18 jiwa

Sumber gambar, AP
Sedikitnya 18 orang tewas dan 300 lainnya cedera di ibukota Yaman, Sanaa, akibat serangan udara atas sebuah pangkalan rudal menyebabkan ledakan besar.
Para saksi mata mengatakan ledakan amat besar dan beberapa gedung ambruk sehingga terasa seperti gempa bumi.
Ledakan terjadi di kawasan Faj Attan di dekat dengan kompleks istana presiden. <link type="page"><caption> Adapun Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi sejak akhir Maret sudah melarikan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150327_yaman_presiden_saudi" platform="highweb"/></link> ke luar negeri.
<link type="page"><caption> Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150326_yaman_saudi_militer" platform="highweb"/></link> dalam empat pekan belakangan diarahkan pada posisi-posisi kelompok pemberontak Syiah Houthi.

Sumber gambar, AFP
Seorang warga setempat, Adel Mansour, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ledakan Senin 20 April merupakan yang terbesar sejak serangan udara pasukan koalisi.
"Anak-anak saya ketakutan dan seorang anggota keluarga pingsan karena ledakan yang amat kuat."

Sumber gambar, Reuters
Tak lama setelah serangan tersebut, sebuah <link type="page"><caption> ledakan menghantam gedung Kedutaan Besar RI di Sanaa,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150420_kbri_yaman_bom" platform="highweb"/></link> yang mengakibatkan dua staf KBRI dan seorang warga Indonesia luka ringan.
Namun Kementrian Luar Negeri Indonesia menegaskan KBRI bukan merupakan sasaran serangan dan hanya terkena dampak dari konflik di negara itu, antara kelompok pemberontah Syiah Houthi dengan para pendukung Presiden Mansour Hadi.
Warga Indonesia yang sebelumnya berada di kantor KBRI sudah dipindahkan ke kediaman resmi Duta Besar Indonesia yang berada di lokasi yang lebih aman.
Pemerintah Indonesia juga berencana meneruskan pemulangan warganya karena konflik di Yaman yang tampaknya semakin tidak terkendali.
PBB mengatakan konflik di Yaman sejauh ini menyebabkan 150.000 orang mengungsi dan sedikitnya 12 juta orang menghadapi kekurangan pangan.












