Umat Kristen Mesir 'dipenggal' militan Islam di Libya

Unjuk rasa di Mesir

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Keluarga dari 21 umat Kristen asal Mesir yang diculik militan Islam di kota Sirre, Libya timur.

Sebuah video muncul memperlihatkan pemenggalan atas umat Kristen Koptik asal Mesir yang diculik oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS di Libya.

Dalam rekaman video itu, terlihat sedikitnya 10 orang yang mengenakan pakaian berwarna oranye yang dipenggal kepalanya.

Video tersebut diterbitkan oleh kelompok jihadis Libya -yang mengatakan memiliki kaitan dengan Negara Islam- yang menculik 21 pekerja asal Mesir.

Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, sudah mendesak agar diadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi dan menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari.

Pekan lalu, Presiden al-Sisi juga sudah menawarkan angkutan udara bagi semua warga Mesir yang ingin meninggalkan Libya.

Para pekerja yang merupakan umat Kristen Koptik itu diculik dari kota pantai Sirte, di Libya timur, yang sekarang sudah dikuasai kelompok militan Islam.

Unjuk rasa di Mesir

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Unjuk rasa di ibu kota Mesir, Kairo, menuntut pemerintah bertindak lebih banyak untuk membebaskan sandera.

Hari Jumat (13/02), NI menerbitkan gambar warga Mesir itu dengan mengatakan mereka diculik sebagai aksi balas dendam atas nasib perempuan Islam 'yang disiksa dan dibunuh oleh Gereja Koptik Mesir'.

Pemerintah Mesir sudah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Libya namun banyak yang mencari kerja ke negara itu.

Sebelumnya di Mesir berlangsung beberapa unjuk rasa menuntut pemerintah untuk bertindak lebih banyak guna membebaskan para sandera.

Diperkirakan umat Kristen Koptik di Mesir saat ini berkisar antara sembilan juta hingga 15 juta jiwa dari total 87 warga Mesir.