Pertempuran militer Ukraina dan pemberontak marak

Sumber gambar, AP
Lusinan orang tewas dan cedera dalam pertempuran antara militer Ukraina dan pemberontak pro-Rusia yang memperebutkan Bandara Donetsk di bagian timur Ukraina.
Tembakan artileri dilaporkan menimpa sejumlah daerah di sebelah timur Donetsk dan Luhansk. Bahkan, sebuah rumah sakit di Kota Donetsk dihantam artileri.
Baik <link type="page"><caption> militer Ukraina maupun kubu pemberontak pro-Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141227_dunia_ukraina_tawanan" platform="highweb"/></link> saling mengklaim pihak lawan telah melakukan kekejian. Kubu pemberontak menuding pasukan pemerintah melancarkan serangan terhadap warga sipil di Horlivka, sebuah kota di sebelah utara Bandara Donetsk.
Sebanyak sembilan warga sipil tewas dan 44 lainnya cedera oleh bom yang dijatuhkan pesawat militer Ukraina, kata Eduard Basurin, figur yang mengepalai bagian pertahanan kubu pemberontak.
Di sisi lain, pemerintah Ukraina menuduh kubu pemberontak menyerang Debaltseve, kota di belahan timur laut Donetsk yang dikuasai militer, sehingga seorang bocah laki-laki dan ayahnya tewas. Serangan itu juga mencederai 10 warga sipil lainnya.

Sumber gambar, epa
Eskalasi serangan itu memicu peringatan dari pemerintah Rusia. Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Gregory Karasin, mengatakan bahwa mengandalkan solusi militer ialah kesalahan terbesar sekaligus kesalahan strategis yang dapat menimbulkan konsekuensi terhadap negara Ukraina.
Namun, Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengatakan sedikitnya dua batalion militer Rusia yang terdiri dari 700 serdadu telah menyeberang dari Rusia ke Ukraina. Para serdadu itu, kata Yatsenyuk, membawa tank, peluncur roket, artileri, dan rudal.
Lebih dari 4.800 orang telah tewas sejak pihak separatis mengambil alih sebagian wilayah Donetsk dan Luhansk, April 2014 lalu. Untuk menghentikan korban, gencatan senjata antara Ukraina dan kubu separatis telah disepakati di Kota Minsk, Belarus, pada September 2014.











