PM Jepang: Ancaman ISIS tidak termaafkan

Shinzo Abe

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PM Jepang Shinzo Abe menyatakan Islam dan ekstremisme adalah dua hal yang berbeda.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan ancaman kelompok yang menamakan diri Negara Islam, yang sebelumnya dikenal dengan ISIS, untuk membunuh dua sandera Jepang, tak bisa dimaafkan.

Dalam keterangan pers saat berkunjung ke Israel, hari Selasa (20/01), PM Abe mendesak ISIS agar segera membebaskan dua sandera tersebut dan menegaskan pemerintahnya tidak akan mengubah kebijakan tentang Timur Tengah.

"Tak bisa dimaafkan," tegas Abe. "Ekstremisme dan Islam adalah dua hal yang sama sekali berbeda," tambahnya.

Video yang dikeluarkan ISIS menunjukkan dua pria dengan pakaian oranye berlutut di depan anggota militan yang tengah menghunus pisau.

Ia mengancam akan membunuh sandera kecuali jika pemerintah Jepang membayar tebusan sebesar US$200 juta.

Dua sandera ini diketahui bernama Haruna Yukawa, yang ke Timur Tengah untuk bertempur, dan Kenji Goto, seorang wartawan.

Dalam kunjungan ke Kairo, Mesir, tiga hari lalu, PM Abe berjanji memberi bantuan senilai sekitar US$200 juta dalam bentuk bantuan nonmiliter bagi negara-negara yang memerangi ISIS.